Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Minggu, 14 Juni 2026 - 02:20 WIB
loading...
Pentagon rilis kumpulan data UFO baru. Foto/X/@Truthpole
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon merilis kumpulan data yang ketiga yang telah dideklasifikasi tentang objek terbang tak dikenal atau UFO . Pengungkapan ini menambahkan 72 laporan, laporan saksi, foto, dan video ke upaya transparansi yang sedang berlangsung yang diluncurkan berdasarkan perintah presiden awal tahun ini.
Rilis terbaru ini merupakan bagian dari apa yang disebut para pejabat sebagai "upaya transparansi bersejarah" yang bertujuan untuk mempublikasikan catatan pemerintah yang terkait dengan fenomena anomali tak dikenal (UAP), istilah yang lebih disukai militer untuk UFO.
Di antara materi yang baru dirilis terdapat laporan yang menggambarkan objek "berbentuk kentang" yang diamati oleh personel militer, penampakan berulang bola bercahaya, dan laporan CIA tentang objek seperti cakram berputar yang dilaporkan terlihat di atas Bandara Internasional Harare di Zimbabwe pada tahun 2008.
Inisiatif pengungkapan ini dimulai pada bulan Mei dengan rilis sekitar 160 dokumen, foto, dan video yang sebelumnya dirahasiakan dari berbagai lembaga termasuk Pentagon, FBI, NASA, dan Departemen Luar Negeri. Batch kedua menyusul pada tanggal 22 Mei, berisi rekaman tambahan dan kesaksian saksi.
Rilis terbaru ini merupakan bagian dari apa yang disebut para pejabat sebagai "upaya transparansi bersejarah" yang bertujuan untuk mempublikasikan catatan pemerintah yang terkait dengan fenomena anomali tak dikenal (UAP), istilah yang lebih disukai militer untuk UFO.
Di antara materi yang baru dirilis terdapat laporan yang menggambarkan objek "berbentuk kentang" yang diamati oleh personel militer, penampakan berulang bola bercahaya, dan laporan CIA tentang objek seperti cakram berputar yang dilaporkan terlihat di atas Bandara Internasional Harare di Zimbabwe pada tahun 2008.
Inisiatif pengungkapan ini dimulai pada bulan Mei dengan rilis sekitar 160 dokumen, foto, dan video yang sebelumnya dirahasiakan dari berbagai lembaga termasuk Pentagon, FBI, NASA, dan Departemen Luar Negeri. Batch kedua menyusul pada tanggal 22 Mei, berisi rekaman tambahan dan kesaksian saksi.
Lihat Juga :