17 Tahun Jadi Presiden Palestina, Abbas Belum Mampu Wujudkan Rekonsiliasi Nasional

Selasa, 11 Januari 2022 - 02:04 WIB
loading...
A A A
Baca: Bintang Harry Potter Dukung Palestina, Pejabat Israel Naik Pitam

Pada tahun 2003, Abbas menjadi perdana menteri selama empat bulan sebelum ia mengundurkan diri di tengah perselisihan dengan Presiden Arafat saat itu karena perbedaan gagasan tentang perdamaian dengan Israel, serta Intifada Palestina kedua.

Mustafa Barghouti, salah satu penentang Abbas dalam pemilihan presiden terakhir tahun 2005, menekankan selama kampanyenya bahwa Proses Oslo telah runtuh dan bahwa Palestina harus mengambil rute lain dengan Israel berdasarkan persatuan nasional, perlawanan rakyat dan berhenti percaya pada solusi politik melalui kesepakatan Oslo dengan Israel.

Barghouti percaya Oslo adalah jebakan politik dan itu melibatkan kesalahan besar, sementara tidak berisi pandangan yang jelas tentang resolusi akhir dan tidak mengakui negara Palestina. "Para politisi Palestina harus mengumumkan bahwa mereka melepaskan perjanjian itu dan menghentikan koordinasi keamanan dengan Israel," katanya.

Selama masa kepresidenan Abbas, negosiasi dengan Israel menemui jalan buntu, membuat warga Palestina tidak dapat memperbaiki kondisi mereka. "Strategi Palestina harus didasarkan pada pendekatan perjuangan sebagai alternatif negosiasi yang terbukti tidak berhasil," tambah Barghouti.

Baca: Gadis Palestina Serukan Yahudi Diusir: Tuhan, Bawa Mereka ke Neraka
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
KPK Tahan Bupati Kuansing...
KPK Tahan Bupati Kuansing dan Dua Orang Lainnya terkait Suap Pengisian Jabatan
Berita Terkini
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved