17 Tahun Jadi Presiden Palestina, Abbas Belum Mampu Wujudkan Rekonsiliasi Nasional

Selasa, 11 Januari 2022 - 02:04 WIB
loading...
17 Tahun Jadi Presiden...
17 tahun jadi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas belum mampu wujudkan rekonsiliasi nasional. FOTO/Anadolu Agency
A A A
TEPI BARAT - Presiden veteran Palestina Mahmoud Abbas memulai tahun ke-17 masa jabatannya di tengah kesulitan politik dan memudarnya prospek rekonsiliasi Palestina. Pada Januari 2005, Abbas terpilih sebagai presiden Otoritas Palestina dengan mayoritas 62,52% untuk menggantikan mendiang Yasser Arafat.

Abbas lahir pada tahun 1935 di Safad, sebuah kota sekitar 210 kilometer (130 mil) utara Yerusalem, 13 tahun sebelum dia dan keluarganya, bersama dengan ratusan ribu orang Palestina lainnya, diusir secara paksa dari rumah dan tanah mereka dalam sebuah tragedi Palestina. disebut sebagai "Nakba," atau Malapetaka.

Baca: Kelompok HAM: Israel Bunuh 313 Warga Palestina pada 2021

Sebagai akibat dari eksodus 1948, Abbas dan keluarganya pergi ke Suriah, di mana ia memulai kegiatan politiknya pada 1960-an, menghubungi gerakan Fatah yang baru lahir. Dia memegang beberapa posisi politik selama tahun 1970-an sampai dia menjadi pemimpin delegasi negosiasi rahasia pada tahun 1989 yang membentuk proses perdamaian dengan Israel dan mengoordinasikan negosiasi selama Konferensi Madrid 1991.

"Abbas adalah pemain penting dalam Proyek Oslo, yang memberikan pengakuan pendudukan dan memberinya tempat dan otoritas atas Palestina, dan dia melanjutkan kebijakan ini hingga hari ini. Ini mencerminkan aktivitas pemukim tinggi dan koordinasi keamanan," kata warga Palestina yang juga analis politik, Mustafa Sawaf.

Melalui karirnya sebagai presiden, Abbas telah bekerja untuk memadamkan perlawanan bersenjata terhadap Israel di Tepi Barat dan menyatakan kesediaannya untuk solusi dua negara dengan Israel meskipun ditentang oleh faksi-faksi lain, terutama mereka yang terlibat dalam perlawanan bersenjata, seperti Hamas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved