Pakistan Seru Dunia Waspadai Ancaman Genosida pada Muslim di India
Senin, 10 Januari 2022 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Penyelenggara telah mengumumkan "Hari Pembalasan" yang ditetapkan pada 16 Januari terhadap kasus yang diusut kepolisian.
Pada Senin (10/1/2022), Mahkamah Agung India setuju mendengarkan petisi yang meminta penyelidikan kriminal terhadap penyelenggara Dharam Sansad atas seruan genosida mereka terhadap Muslim. Tidak ada penangkapan yang dilakukan sejauh ini.
Selama konferensi, Swami Prabodhanand Giri, kepala organisasi Hindu sayap kanan di Uttarakhand, mengatakan India sekarang milik umat Hindu.
“Inilah sebabnya, seperti di Myanmar, polisi, politisi, tentara, dan setiap umat Hindu di sini harus mengambil senjata, dan kita harus melakukan pembersihan ini. Tidak ada solusi selain ini,” ujar Giri, merujuk pada Muslim.
Video dari konferensi itu juga menunjukkan peserta lain bersumpah mengubah India menjadi negara Hindu. Pernyataan yang menghasut itu muncul saat lima negara bagian di India mengadakan pemilu, termasuk Uttar Pradesh dan Uttarakhand.
Pada Senin (10/1/2022), Mahkamah Agung India setuju mendengarkan petisi yang meminta penyelidikan kriminal terhadap penyelenggara Dharam Sansad atas seruan genosida mereka terhadap Muslim. Tidak ada penangkapan yang dilakukan sejauh ini.
Selama konferensi, Swami Prabodhanand Giri, kepala organisasi Hindu sayap kanan di Uttarakhand, mengatakan India sekarang milik umat Hindu.
“Inilah sebabnya, seperti di Myanmar, polisi, politisi, tentara, dan setiap umat Hindu di sini harus mengambil senjata, dan kita harus melakukan pembersihan ini. Tidak ada solusi selain ini,” ujar Giri, merujuk pada Muslim.
Video dari konferensi itu juga menunjukkan peserta lain bersumpah mengubah India menjadi negara Hindu. Pernyataan yang menghasut itu muncul saat lima negara bagian di India mengadakan pemilu, termasuk Uttar Pradesh dan Uttarakhand.
(sya)
Lihat Juga :