Presiden Kazakhstan Klaim Negaranya telah Melewati Upaya Kudeta

Senin, 10 Januari 2022 - 17:03 WIB
loading...
Presiden Kazakhstan...
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Foto/REUTERS
A A A
NURSULTAN - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan negaranya telah melewati upaya kudeta yang dikoordinasikan oleh apa yang disebutnya "pusat tunggal" setelah kerusuhan paling kejam sejak runtuhnya Soviet.

Dalam pidatonya pada Senin (10/1/2022) di pertemuan online aliansi militer CSTO pimpinan Rusia melalui tautan video, Tokayev mengatakan ketertiban sekarang telah dipulihkan di Kazakhstan, tetapi perburuan "teroris" sedang berlangsung.

Dia mengungkapkan bahwa operasi "kontra-terorisme" skala besar akan segera berakhir, bersama dengan misi CSTO yang tampaknya berjumlah 2.030 tentara dan 250 perangkat keras militer.

Baca juga: Kazakhstan Kacau, Presiden Tokayev Pecat 2 Petinggi Intelijen atas Tuduhan Makar

“Kazakhstan akan segera memberikan bukti kepada masyarakat internasional tentang apa yang telah terjadi,” ungkap dia.

Baca juga: Australia Beli Senjata Baru Rp36 Triliun, Termasuk 75 Tank M1A2 Abrams

Dia mengatakan 16 anggota pasukan keamanan telah tewas, dan jumlah warga sipil yang tewas dalam kekerasan itu masih diperiksa.

Baca juga: Istri Sekop Salju setelah Kerja 12 Jam di RS, Politisi Ini Dilabrak Netizen

Sebelumnya dilaporkan, Tokayev memecat dua pejabat tinggi intelijen pada Minggu (9/1/2022).

Pemecatan dilakukan di saat negara itu kacau balau akibat protes berdarah. Protes di seluruh negeri, yang dipicu kenaikan harga bahan bakar gas, telah berlangsung sepekan terakhir.

Pemerintah, seperti dikutip media Rusia, mengatakan 164 orang tewas, termasuk demonstran dan polisi. Lebih dari 6.000 orang telah ditangkap sejak protes berdarah pecah.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved