Demonstran Anti-vaksin kepada Macron: Kami Akan Buat Anda Kesal
Minggu, 09 Januari 2022 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
"Saya ingin dia membuat marah para pengedar narkoba dan penjahat, bukan orang biasa," kata seorang pengunjuk rasa berusia 55 tahun yang tidak mau disebutkan namanya karena dia menjalankan usaha, seperti dikutip dari France24, Minggu (9/1/2022).
Di tempat lain ada 24 penangkapan dan tujuh petugas polisi luka ringan menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis.
Baca juga: Nama Saya Kovid dan Saya Bukan Virus
Di antara demonstrasi yang lebih besar, sekitar 6.000 demonstran turun ke jalan di Toulon, sementara di Montpellier polisi menggunakan gas air mata selama bentrokan dengan pengunjuk rasa.
Orang-orang di Prancis sudah harus menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif untuk memasuki restoran dan bar serta menggunakan kereta antar daerah. Tetapi dengan infeksi Omicron yang melonjak, pemerintah ingin membatalkan opsi tes COVID-19.
Prancis sendiri mencatat 303.669 kasus baru COVID-19 pada Sabtu di tengah meningkatnya tekanan pada rumah sakit.
Jumlah kematian akibat virus Corona di rumah sakit selama 24 jam terakhir mencapai 98.209, naik 142 angka dari hari sebelumnya. Lebih dari 3.821 orang berada di unit perawatan intensif, menurut angka kementerian kesehatan.
Baca juga: Positif COVID-19, 13 Penumpang Pesawat Carter Kabur dari Karantina
Di tempat lain ada 24 penangkapan dan tujuh petugas polisi luka ringan menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis.
Baca juga: Nama Saya Kovid dan Saya Bukan Virus
Di antara demonstrasi yang lebih besar, sekitar 6.000 demonstran turun ke jalan di Toulon, sementara di Montpellier polisi menggunakan gas air mata selama bentrokan dengan pengunjuk rasa.
Orang-orang di Prancis sudah harus menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif untuk memasuki restoran dan bar serta menggunakan kereta antar daerah. Tetapi dengan infeksi Omicron yang melonjak, pemerintah ingin membatalkan opsi tes COVID-19.
Prancis sendiri mencatat 303.669 kasus baru COVID-19 pada Sabtu di tengah meningkatnya tekanan pada rumah sakit.
Jumlah kematian akibat virus Corona di rumah sakit selama 24 jam terakhir mencapai 98.209, naik 142 angka dari hari sebelumnya. Lebih dari 3.821 orang berada di unit perawatan intensif, menurut angka kementerian kesehatan.
Baca juga: Positif COVID-19, 13 Penumpang Pesawat Carter Kabur dari Karantina
(esn)
Lihat Juga :