Iran Luncurkan Roket ke Luar Angkasa di Tengah Pembicaraan Nuklir
Kamis, 30 Desember 2021 - 23:53 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Barat khawatir bahwa sistem peluncuran satelit menggabungkan teknologi yang dapat digunakan dalam rudal balistik yang mampu mengirimkan hulu ledak nuklir.
Iran menegaskan program luar angkasanya hanya untuk tujuan sipil dan pertahanan, dan tidak melanggar kesepakatan nuklir atau perjanjian internasional lainnya.
Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 tahun 2015, mendukung kesepakatan nuklir, tidak memberlakukan larangan menyeluruh terhadap peluncuran roket atau rudal Iran.
Baca juga: Israel Ancam Bisa Serang Iran Besok, Hizbullah Mungkin Membalas
Peluncuran luar angkasa terbaru yang diumumkan Iran dilakukan di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung di Wina antara Teheran dengan kekuatan dunia untuk memulihkan perjanjian nuklir 2015.
Kesepakatan itu menawarkan bantuan yang sangat dibutuhkan Teheran dari sanksi dan membatasi kegiatan nuklir Iran.
Tetapi penarikan sepihak oleh presiden AS saat itu Donald Trump menggagalkan kesepakatan itu, dan mendorong Teheran untuk menarik kembali komitmennya.
Pembicaraan untuk menghidupkannya kembali dimulai pada akhir November, dengan putaran kedelapan akan berlangsung Senin.
Iran menegaskan program luar angkasanya hanya untuk tujuan sipil dan pertahanan, dan tidak melanggar kesepakatan nuklir atau perjanjian internasional lainnya.
Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 tahun 2015, mendukung kesepakatan nuklir, tidak memberlakukan larangan menyeluruh terhadap peluncuran roket atau rudal Iran.
Baca juga: Israel Ancam Bisa Serang Iran Besok, Hizbullah Mungkin Membalas
Peluncuran luar angkasa terbaru yang diumumkan Iran dilakukan di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung di Wina antara Teheran dengan kekuatan dunia untuk memulihkan perjanjian nuklir 2015.
Kesepakatan itu menawarkan bantuan yang sangat dibutuhkan Teheran dari sanksi dan membatasi kegiatan nuklir Iran.
Tetapi penarikan sepihak oleh presiden AS saat itu Donald Trump menggagalkan kesepakatan itu, dan mendorong Teheran untuk menarik kembali komitmennya.
Pembicaraan untuk menghidupkannya kembali dimulai pada akhir November, dengan putaran kedelapan akan berlangsung Senin.
Lihat Juga :