Afrika Selatan Telah Melewati Puncak Wabah Omicron

Kamis, 23 Desember 2021 - 00:07 WIB
loading...
Afrika Selatan Telah...
Ilmuwan menyatakan Afrika Selatan telah melewati puncak wabah varian COVID-19 Omicron. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
JOHANNESBURG - Kasus COVID-19 tampaknya telah mencapai puncaknya di provinsi Gauteng Afrika Selatan (Afsel) sekitar sebulan setelah varian Omicron pertama kali terdeteksi di sana dan dampak dari lonjakan infeksi tidak separah gelombang sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh para ilmuwan.

Para ilmuwan dari Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) mengatakan bahwa sementara studi lebih lanjut diperlukan, data dari Afrika Selatan - yang pengalamannya diawasi dengan ketat di seluruh dunia - menceritakan "kisah positif" tentang tingkat keparahan varian.

Michelle Groome dari NICD dalam jumpa pers mengatakan Gauteng sekarang mengalami penurunan kasus harian dan persentase tes positif. Wilayah itu merupakan pusat komersial di Afsel dan rumah bagi salah satu bandara tersibuk di benua itu serta wilayah di mana Omicron pertama kali muncul.

"Sungguh kami merasa ini telah berlangsung selama lebih dari seminggu dan kami melewati puncak di Gauteng," katanya seperti dikutip dari Reuters,Kamis (23/12/2021).

Baca juga: Varian Omicron Menggila di Amerika Serikat, Mencapai 73% Kasus

Ia menambahkan ada "penyamarataan" di tiga provinsi lain yaitu Limpopo, North West dan Mpumalanga, meskipun kasus masih meningkat di tempat lain.

Data NICD menunjukkan bahwa rata-rata pergerakan kasus harian selama tujuh hari - yang menurut para ilmuwan lebih dapat diandalkan daripada kasus yang dikonfirmasi setiap hari - berada pada lintasan yang menurun di Gauteng.

Grafik menunjukkan peningkatan tajam dalam kasus dari mendekati nol pada pertengahan November menjadi rata-rata 10.000 kasus harian pada awal Desember. Sejak itu turun tajam menjadi rata-rata sekitar 5.000 per hari.

Groome memperingatkan bahwa beberapa angka kasus yang lebih rendah dapat disebabkan oleh tingkat pengujian yang lebih rendah selama periode liburan.

Afsel, yang sekarang mempertahankan tingkat terendah dari sistem pembatasan lima tingkat meskipun terjadi lonjakan infeksi yang cepat, sedang memantau tingkat rawat inap dengan sangat cermat.

Baca juga: WHO: Dunia Harus Bersatu untuk Mengakhiri Pandemi pada 2022

Sementara ini juga meningkat, mereka sejauh ini tetap jauh di bawah tingkat yang terlihat selama gelombang pandemi sebelumnya, dengan kematian juga lebih rendah daripada yang terlihat di masa lalu dan orang-orang yang tinggal di rumah sakit untuk waktu yang lebih singkat. Hal itu dikatakan oleh Waasila Jassat dari NICD, yang juga memperingatkan bahwa data yang relevan cenderung tertinggal.

Data NICD menunjukkan infeksi dalam empat minggu pertama dari gelombang keempat virus Corona, didorong oleh Omicron, meningkat jauh di atas yang terlihat pada tiga gelombang sebelumnya. Meski begitu proporsi orang yang dirawat di rumah sakit mencapai 5,7%, dibandingkan dengan di atas 13% dibanding gelombang lainnya.

Sementara itu proporsi orang yang dirawat di rumah sakit yang kemudian meninggal turun menjadi 5,6%, dibandingkan dengan 19% atau lebih pada gelombang pertama, kedua atau ketiga.

Data juga menunjukkan sekitar 87% kematian COVID-19 yang terjadi di Afsel antara 7 November dan 18 Desember adalah orang yang tidak divaksinasi atau tidak divaksinasi sepenuhnya.

Baca juga: Rumah Sakit AS Kewalahan, Tak Bisa Tampung Lonjakan Pasien Omicron
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Afrika Selatan Usir...
Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Berita Terkini
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved