Eks Bos Intelijen Akui Israel Terlibat Pembunuhan Jenderal Iran
Selasa, 21 Desember 2021 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak pada 3 Januari 2020 di Baghdad, Irak setelah Presiden Donald Trump memerintahkan pembunuhan yang ditargetkan. Pada saat itu, media AS melaporkan bahwa intelijen Israel telah bekerja dengan pejabat Amerika untuk menemukan pejabat Iran tersebut.
Pengungkapan oleh mantan kepala intelijen IDF datang beberapa hari setelah komentar dari mantan Presiden Trump tentang pembunuhan itu dilaporkan. Menurut laporan, dalam sebuah wawancara untuk sebuah buku yang akan datang, Trump mengatakan Perdana Menteri Israel saat itu Benjamin Netanyahu bersedia untuk memerangi Iran sampai tentara Amerika terakhir.
Baca juga: Iran: Pembunuhan Jenderal Soleimani oleh AS Adalah Terorisme Negara!
Mantan pemimpin Amerika itu menyatakan kekecewaannya karena Israel tidak memainkan peran yang lebih besar dalam pembunuhan itu, hanya menyediakan intelijen. Namun, komentar Trump tampaknya bertentangan dengan pejabat Israel yang diwawancarai untuk buku yang dilaporkan mengklaim bahwa AS bersikeras untuk melakukan serangan, menolak bantuan militer dari Tel Aviv.
Pengungkapan oleh mantan kepala intelijen IDF datang beberapa hari setelah komentar dari mantan Presiden Trump tentang pembunuhan itu dilaporkan. Menurut laporan, dalam sebuah wawancara untuk sebuah buku yang akan datang, Trump mengatakan Perdana Menteri Israel saat itu Benjamin Netanyahu bersedia untuk memerangi Iran sampai tentara Amerika terakhir.
Baca juga: Iran: Pembunuhan Jenderal Soleimani oleh AS Adalah Terorisme Negara!
Mantan pemimpin Amerika itu menyatakan kekecewaannya karena Israel tidak memainkan peran yang lebih besar dalam pembunuhan itu, hanya menyediakan intelijen. Namun, komentar Trump tampaknya bertentangan dengan pejabat Israel yang diwawancarai untuk buku yang dilaporkan mengklaim bahwa AS bersikeras untuk melakukan serangan, menolak bantuan militer dari Tel Aviv.
(ian)
Lihat Juga :