Demonstran di Amerika Serikat Tuntut Reformasi Kepolisian
Selasa, 09 Juni 2020 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Bender mengatakan rencana detail untuk mereformasi departemen kepolisian akan dibicarakan lebih lanjut seraya menambahkan bahwa dia akan mencoba mengalihkan anggaran polisi kepada kebijakan strategis berbasis masyarakat.
Sementara itu, anggota dewan Alondra Cano mencuit dalam Twitter-nya bahwa mayoritas anggota dewan sepakat bahwa departemen kepolisian di kota itu tidak dapat direformasi dan bahwa mereka akan menyudahi sistem kepolisian saat ini. (Baca juga: Viral, Anak Muda Diduga Mahasiswa Pukul Jatuh Pria Rasis di AS)
Pekan lalu, Minnesota meluncurkan penyelidikan hak-hak sipil terhadap Departemen Kepolisian Minneapolis dan Gubernur Tim Walz mengatakan dia ingin membasmi "rasisme sistemik". Dewan kota kemudian memberikan suara untuk dilakukan beberapa perubahan di tubuh kepolisian, termasuk larangan aparat polisi menindih dan menekan leher tersangka.
Menanggapi pengumuman itu, Kandace Montgomery, pimpinan Black Vision, kelompok yang mengampanyekan antirasisme di Minnesota, mengatakan seharusnya tidak perlu sampai banyak korban meninggal untuk membawa demonstran beraksi. “Kami lebih aman tanpa patroli bersenjata yang didukung negara yang memburu warga kulit hitam,” ujarnya.
Secara nasional, Partai Demokrat di kongres direncanakan akan mengajukan undang-undang tentang reformasi kepolisian.
Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan akan mengalihkan dana dari kepolisian kota ke berbagai layanan sosial kepada kelompok etnis berwarna. “Serangkaian reformasi yang didesain untuk membangun kepercayaan antara penduduk dan departemen kepolisian,” katanya.
Sementara itu, anggota dewan Alondra Cano mencuit dalam Twitter-nya bahwa mayoritas anggota dewan sepakat bahwa departemen kepolisian di kota itu tidak dapat direformasi dan bahwa mereka akan menyudahi sistem kepolisian saat ini. (Baca juga: Viral, Anak Muda Diduga Mahasiswa Pukul Jatuh Pria Rasis di AS)
Pekan lalu, Minnesota meluncurkan penyelidikan hak-hak sipil terhadap Departemen Kepolisian Minneapolis dan Gubernur Tim Walz mengatakan dia ingin membasmi "rasisme sistemik". Dewan kota kemudian memberikan suara untuk dilakukan beberapa perubahan di tubuh kepolisian, termasuk larangan aparat polisi menindih dan menekan leher tersangka.
Menanggapi pengumuman itu, Kandace Montgomery, pimpinan Black Vision, kelompok yang mengampanyekan antirasisme di Minnesota, mengatakan seharusnya tidak perlu sampai banyak korban meninggal untuk membawa demonstran beraksi. “Kami lebih aman tanpa patroli bersenjata yang didukung negara yang memburu warga kulit hitam,” ujarnya.
Secara nasional, Partai Demokrat di kongres direncanakan akan mengajukan undang-undang tentang reformasi kepolisian.
Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan akan mengalihkan dana dari kepolisian kota ke berbagai layanan sosial kepada kelompok etnis berwarna. “Serangkaian reformasi yang didesain untuk membangun kepercayaan antara penduduk dan departemen kepolisian,” katanya.
Lihat Juga :