Pangeran Arab Saudi Meninggal Diduga karena Covid-19
Selasa, 09 Juni 2020 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Bahabri mengklaim lonjakan kasus bisa menjadi produk dari peningkatan kontak sosial selama perayaan Idul Fitri pada 25 Mei. Dia mengatakan pasien yang dia monitor mengklaim gejala mereka mulai menjelang akhir Ramadhan dan hari-hari pertama Idul Fitri. (Baca: Jelang Haji, Kasus Covid-19 Arab Saudi Melonjak Jadi 101.914 )
Kantor berita Reuters sebelumnya melaporkan bahwa jumlah kasus infeksi Covid-19 di negara kaya minyak ini telah mencapai 100.000 dengan lebih dari 700 kematian.
Pihak Royal Court, sebuah otoritas tertinggi Kerajaan Arab Saudi, mengonfirmasi bahwa Pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz al-Saud telah meninggal. Hanya saja, Royal Court tidak mengumumkan penyebab kematian sang pangeran.
The New York Times pernah melaporkan bahwa sekitar 150 pangeran kerajaan telah tertular Covid-19, termasuk gubernur Riyadh; Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz. (Baca juga: Arab Saudi Tetap Membuka Pintu bagi Jemaah Haji Tahun Ini? )
Namun, mantan kepala intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki Al-Faisal, mengatakan jumlah sebenarnya kurang dari 20 pangeran.
Kantor berita Reuters sebelumnya melaporkan bahwa jumlah kasus infeksi Covid-19 di negara kaya minyak ini telah mencapai 100.000 dengan lebih dari 700 kematian.
Pihak Royal Court, sebuah otoritas tertinggi Kerajaan Arab Saudi, mengonfirmasi bahwa Pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz al-Saud telah meninggal. Hanya saja, Royal Court tidak mengumumkan penyebab kematian sang pangeran.
The New York Times pernah melaporkan bahwa sekitar 150 pangeran kerajaan telah tertular Covid-19, termasuk gubernur Riyadh; Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz. (Baca juga: Arab Saudi Tetap Membuka Pintu bagi Jemaah Haji Tahun Ini? )
Namun, mantan kepala intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki Al-Faisal, mengatakan jumlah sebenarnya kurang dari 20 pangeran.
(mas)
Lihat Juga :