Dijatuhi Embargo, PM Kamboja Perintahkan Senjata AS Dihancurkan

Jum'at, 10 Desember 2021 - 21:19 WIB
loading...
Dijatuhi Embargo, PM...
PM Kamboja Hun Sen. Foto/Channel News Asia
A A A
PHNOM PENH - Pemimpin Kamboja Hun Sen memerintahkan militer negara itu untuk menghancurkan setiap persenjataan Amerika Serikat (AS) atau membuangnya di gudang. Itu dilakukan setelah Washington memberlakukan embargo senjata atas masalah hak asasi manusia dan hubungan dekat Phnom Penh dengan China .

AS pada hari Rabu memberlakukan embargo senjata terhadap Kamboja, dengan alasan kekhawatiran tentang hak asasi manusia dan korupsi serta kegiatan China di negara Asia Tenggara itu.

Tindakan yang diambil oleh Departemen Perdagangan AS itu bertujuan untuk membatasi akses ke persenjataan dan dinas pertahanan oleh badan militer serta intelijen Kamboja, menurut sebuah pernyataan.

Baca juga: AS Hajar Kamboja dengan Embargo Senjata Gara-gara China

Namun Perdana Menteri Kamboja Hun Sen meremehkan kualitas senjata dan peralatan AS.

"Saya memerintahkan semua unit tentara untuk segera meninjau senjata dan barang-barang militer yang dimiliki Kamboja saat ini. (Kita) harus menarik semua senjata dan barang militer AS jika ada taruh di gudang atau hancurkan sebagaimana mestinya," katanya dalam sebuah postingan di Facebook.

"(Embargo senjata AS) adalah pesan peringatan kepada generasi Kamboja berikutnya yang memimpin pemerintah bahwa jika mereka menginginkan sektor pertahanan yang independen, tolong jangan gunakan senjata AS," sambungnya.

"Banyak dari mereka yang menggunakan senjata AS kalah perang," kata orang kuat Kamboja itu, mengutip Afghanistan, seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (10/12/2021).

Pada November lalu, Washington menjatuhkan sanksi kepada dua pejabat Kamboja atas tuduhan korupsi yang terkait dengan pangkalan angkatan laut yang didanai AS.

Baca juga: Hubungan Memburuk, AS Hentikan Program Pelatihan Tentara dengan Kamboja

Pemimpin lama Kamboja itu adalah salah satu mitra terdekat China di Asia, dan pemerintahnya telah membongkar fasilitas di pangkalan Ream yang sebagian dibangun dengan uang Amerika dan menjadi tuan rumah latihan AS.

Pangkalan Sihanoukville di Teluk Thailand telah menjadi titik permasalahan dalam hubungan AS-Kamboja dalam beberapa tahun terakhir, dengan Washington mencurigainya akan diubah untuk digunakan oleh China.

Hun Sen telah berulang kali membantah negaranya akan menjadi tuan rumah bagi militer China di pangkalan tersebut.

Beijing semakin memaksakan klaim teritorial di Laut China Selatan dan Laut China Timur, meningkatkan ketegangan dengan banyak negara Asia, tetapi Kamboja semakin tampak sebagai sekutu.

Baca juga: Pejabat AS Dikerjai, Diundang tapi Dilarang Mengakses Pangkalan AL Kamboja
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved