Anak Muda Selandia Baru Dilarang Merokok Seumur Hidup
Kamis, 09 Desember 2021 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Sunny Kaushal mengatakan beberapa toko bisa gulung tikar. Kaushal mengepalai Dairy and Business Owners Group, yang mewakili hampir 5.000 toko pojok — sering disebut perusahaan susu di Selandia Baru — dan pompa bensin.
Baca juga: Teroris Pembantai 51 Jamaah Masjid Christchurch Ingin Banding atas Vonis Bui Seumur Hidup
“Kita semua menginginkan Selandia Baru yang bebas asap rokok,” katanya.
“Tapi ini akan sangat berdampak pada usaha kecil. Seharusnya tidak dilakukan sehingga menghancurkan perusahaan susu, kehidupan dan keluarga dalam prosesnya. Bukan jalannya,” imbuhnya.
Kaushal mengatakan kenaikan pajak tembakau telah menciptakan pasar gelap yang dieksploitasi oleh geng, dan masalahnya hanya akan bertambah buruk. Dia mengatakan merokok sudah memasuki masa senja di Selandia Baru dan akan mati dengan sendirinya.
“Ini didorong oleh akademisi,” katanya, seraya menambahkan bahwa para pemangku kepentingan belum diajak berkonsultasi.
Tetapi Verrall mengatakan dia tidak percaya pemerintah terlalu berlebihan karena statistik menunjukkan sebagian besar perokok tetap ingin berhenti, dan kebijakan baru hanya akan membantu mereka mencapai tujuan mereka.
Baca juga: Selandia Baru Sekutu Five Eyes AS, tapi Mesra dengan China
Dia mengatakan pandemi telah membantu orang mendapatkan apresiasi baru untuk manfaat dari tindakan kesehatan masyarakat dan menggalang komunitas, dan mungkin energi itu dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk mengatasi merokok tetapi juga penyakit seperti diabetes.
Verrall mengatakan dia sendiri tidak pernah merokok, tetapi mendiang neneknya seorang perokok, dan kemungkinan itu membahayakan kesehatannya.
“Ini produk yang sangat kejam,” kata Verrall.
Baca juga: Teroris Pembantai 51 Jamaah Masjid Christchurch Ingin Banding atas Vonis Bui Seumur Hidup
“Kita semua menginginkan Selandia Baru yang bebas asap rokok,” katanya.
“Tapi ini akan sangat berdampak pada usaha kecil. Seharusnya tidak dilakukan sehingga menghancurkan perusahaan susu, kehidupan dan keluarga dalam prosesnya. Bukan jalannya,” imbuhnya.
Kaushal mengatakan kenaikan pajak tembakau telah menciptakan pasar gelap yang dieksploitasi oleh geng, dan masalahnya hanya akan bertambah buruk. Dia mengatakan merokok sudah memasuki masa senja di Selandia Baru dan akan mati dengan sendirinya.
“Ini didorong oleh akademisi,” katanya, seraya menambahkan bahwa para pemangku kepentingan belum diajak berkonsultasi.
Tetapi Verrall mengatakan dia tidak percaya pemerintah terlalu berlebihan karena statistik menunjukkan sebagian besar perokok tetap ingin berhenti, dan kebijakan baru hanya akan membantu mereka mencapai tujuan mereka.
Baca juga: Selandia Baru Sekutu Five Eyes AS, tapi Mesra dengan China
Dia mengatakan pandemi telah membantu orang mendapatkan apresiasi baru untuk manfaat dari tindakan kesehatan masyarakat dan menggalang komunitas, dan mungkin energi itu dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk mengatasi merokok tetapi juga penyakit seperti diabetes.
Verrall mengatakan dia sendiri tidak pernah merokok, tetapi mendiang neneknya seorang perokok, dan kemungkinan itu membahayakan kesehatannya.
“Ini produk yang sangat kejam,” kata Verrall.
(ian)
Lihat Juga :