Uni Afrika Desak Dunia Hapus Larangan Perjalanan karena Kekhawatiran Omicron

Kamis, 09 Desember 2021 - 03:00 WIB
loading...
Uni Afrika Desak Dunia...
Ilustrasi. FOTO/NDTV
A A A
ADDIS ABABA - Uni Afrika , sebuah badan kontinental yang terdiri dari 55 negara, merilis sebuah pernyataan yang mendesak dunia untuk menghapus pembatasan perjalanan yang dikenakan pada beberapa anggotanya. Beberapa pekan terakhir, sejumlah negara memang langsung menerapkan larangan dan pembatasan penerbangan karena kekhawatiran penyebaran varian baru Omicron .

Seperti dikutip dari i24NEWS, Rabu (8/12/2021), Uni Afrika menentang larangan perjalanan "selektif" dan mengatakan pembatasan itu adalah hukuman bagi negara-negara Afrika karena membagikan data mereka tentang varian tersebut.

Baca: Omicron Menyebar, Kasus Baru Covid-19 di Afrika Selatan Melonjak

"Meskipun kasus omicron tersebar luas secara global, sebagian besar penutupan perbatasan hanya menargetkan penerbangan ke dan dari negara-negara di wilayah Afrika Selatan. Beberapa di antaranya tidak memiliki bukti varian Omicron dan jumlah kasus Covid 19 harian yang relatif rendah," sebut pernyataan pers Uni Afrika.

Selain itu, Uni Afrika juga mengatakan, pembatasan memiliki dampak negatif langsung dan signifikan di kawasan itu, karena merugikan ekonomi dan akses ke pasokan medis.

“Larangan perjalanan juga membahayakan penyelidikan yang sedang berlangsung ke cabang Covid dengan membatasi kapasitas para peneliti dan ilmuwan Afrika Selatan untuk mengakses reagen yang diperlukan untuk memantau penyebaran varian omicron,” lanjut pernyataan Uni Afrika.

Baca: Tersebar di 38 Negara, WHO Sebut Varian Omicron Belum Makan Korban Jiwa

Selain Uni Afrika, sejumlah tokoh dunia juga telah menyerukan penghapusan larangan perjalanan yang diberlakukan terhadap negara-negara di wilayah Afrika selatan. Salah satu yang mendesak penghapusan larangan perjalanan adalah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Pekan lalu, Guterres mengecam pembatasan itu sebagai "apartheid perjalanan". Menurutnya, penutupan perbatasan tak hanya "sangat tidak adil dan menghukum," tetapi juga "tidak efektif."

“Saya sangat prihatin dengan isolasi negara-negara Afrika selatan karena pembatasan perjalanan #COVID19 yang baru. Orang-orang Afrika tidak dapat disalahkan atas rendahnya moralitas vaksinasi yang tersedia dan tidak boleh dihukum karena berbagi informasi kesehatan dengan dunia,” cuit Guterres dalam akun Twitternya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Afrika Selatan Usir...
Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Menekraf Tegaskan AI...
Menekraf Tegaskan AI Hanya Asisten, Bukan Pengganti Kreator atau Musisi
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Bikin Fans Khawatir,...
Bikin Fans Khawatir, Ini Larangan-Larangan di Piala Dunia 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved