Uni Afrika Desak Dunia Hapus Larangan Perjalanan karena Kekhawatiran Omicron
Kamis, 09 Desember 2021 - 03:00 WIB
loading...
A
A
A
“Larangan perjalanan juga membahayakan penyelidikan yang sedang berlangsung ke cabang Covid dengan membatasi kapasitas para peneliti dan ilmuwan Afrika Selatan untuk mengakses reagen yang diperlukan untuk memantau penyebaran varian omicron,” lanjut pernyataan Uni Afrika.
Baca: Tersebar di 38 Negara, WHO Sebut Varian Omicron Belum Makan Korban Jiwa
Selain Uni Afrika, sejumlah tokoh dunia juga telah menyerukan penghapusan larangan perjalanan yang diberlakukan terhadap negara-negara di wilayah Afrika selatan. Salah satu yang mendesak penghapusan larangan perjalanan adalah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Pekan lalu, Guterres mengecam pembatasan itu sebagai "apartheid perjalanan". Menurutnya, penutupan perbatasan tak hanya "sangat tidak adil dan menghukum," tetapi juga "tidak efektif."
“Saya sangat prihatin dengan isolasi negara-negara Afrika selatan karena pembatasan perjalanan #COVID19 yang baru. Orang-orang Afrika tidak dapat disalahkan atas rendahnya moralitas vaksinasi yang tersedia dan tidak boleh dihukum karena berbagi informasi kesehatan dengan dunia,” cuit Guterres dalam akun Twitternya.
Baca: Tersebar di 38 Negara, WHO Sebut Varian Omicron Belum Makan Korban Jiwa
Selain Uni Afrika, sejumlah tokoh dunia juga telah menyerukan penghapusan larangan perjalanan yang diberlakukan terhadap negara-negara di wilayah Afrika selatan. Salah satu yang mendesak penghapusan larangan perjalanan adalah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Pekan lalu, Guterres mengecam pembatasan itu sebagai "apartheid perjalanan". Menurutnya, penutupan perbatasan tak hanya "sangat tidak adil dan menghukum," tetapi juga "tidak efektif."
“Saya sangat prihatin dengan isolasi negara-negara Afrika selatan karena pembatasan perjalanan #COVID19 yang baru. Orang-orang Afrika tidak dapat disalahkan atas rendahnya moralitas vaksinasi yang tersedia dan tidak boleh dihukum karena berbagi informasi kesehatan dengan dunia,” cuit Guterres dalam akun Twitternya.
(esn)
Lihat Juga :