Duh, 1 Juta Vaksin COVID-19 Terbuang Sia-sia
Rabu, 08 Desember 2021 - 19:43 WIB
loading...
A
A
A
"Fondasinya tidak kuat. Dan jika Anda tidak memiliki fondasi yang kuat, tidak banyak yang bisa Anda bangun di atasnya," kata Menteri Kesehatan Osagie Ehanire dalam forum publik pekan lalu.
Baca juga: Wabah Covid-19 Menyebar di Kapal Pesiar dengan 3.200 Penumpang
Umur simpan vaksin yang disumbangkan tidak membantu negara-negara Afrika.
Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo, keduanya sangat membutuhkan dosis vaksin, harus mengirim kembali beberapa karena mereka tidak dapat mendistribusikannya tepat waktu. Namibia memperingatkan bulan lalu bahwa mereka mungkin harus menghancurkan ribuan dosis yang kedaluwarsa.
Para ahli memperingatkan situasi ini hanya meningkatkan ketidaksetaraan vaksin.
"Lebih dari 8 miliar dosis sekarang telah diberikan - kampanye vaksinasi terbesar dalam sejarah," kata direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Twitter pada hari Senin, menandai setahun yang lalu minggu ini sejak vaksin COVID-19 pertama kali diberikan.
"Tapi kita semua tahu bahwa pencapaian luar biasa ini telah dirusak oleh ketidakadilan yang mengerikan," pungkasnya.
Baca juga: Tersebar di 38 Negara, WHO Sebut Varian Omicron Belum Makan Korban Jiwa
Baca juga: Wabah Covid-19 Menyebar di Kapal Pesiar dengan 3.200 Penumpang
Umur simpan vaksin yang disumbangkan tidak membantu negara-negara Afrika.
Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo, keduanya sangat membutuhkan dosis vaksin, harus mengirim kembali beberapa karena mereka tidak dapat mendistribusikannya tepat waktu. Namibia memperingatkan bulan lalu bahwa mereka mungkin harus menghancurkan ribuan dosis yang kedaluwarsa.
Para ahli memperingatkan situasi ini hanya meningkatkan ketidaksetaraan vaksin.
"Lebih dari 8 miliar dosis sekarang telah diberikan - kampanye vaksinasi terbesar dalam sejarah," kata direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Twitter pada hari Senin, menandai setahun yang lalu minggu ini sejak vaksin COVID-19 pertama kali diberikan.
"Tapi kita semua tahu bahwa pencapaian luar biasa ini telah dirusak oleh ketidakadilan yang mengerikan," pungkasnya.
Baca juga: Tersebar di 38 Negara, WHO Sebut Varian Omicron Belum Makan Korban Jiwa
(ian)
Lihat Juga :