Pengadilan Myanmar Hukum Aung San Suu Kyi 4 Tahun Penjara

Selasa, 07 Desember 2021 - 03:00 WIB
loading...
A A A
Yanghee Lee, mantan Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Myanmar, menggambarkan tuduhan terhadap Suu Kyi sebagai “palsu”. “Setiap persidangan yang diadakan di negara itu tidak adil, karena peradilan tunduk pada pemerintah yang dibentuk oleh militer,” ujar Lee.

Baca: Junta Myanmar Larang Pengacara Suu Kyi Berbicara tentang Kasusnya

Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga menyesalkan putusan tersebut, dengan Amnesty International menyebutnya sebagai “contoh terbaru dari tekad militer untuk menghilangkan semua oposisi dan mencekik kebebasan di Myanmar.”

Tetapi seperti biasa, China, tetangga yang telah mempertahankan hubungan persahabatan dengan para pemimpin militer Myanmar, menolak untuk mengkritik putusan tersebut. “Beijing berharap semua pihak di Myanmar akan mengingat kepentingan jangka panjang negara itu, mempersempit perbedaan dan melanjutkan proses transisi demokrasi yang diperoleh dengan susah payah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian kepada wartawan, Senin.

Suu Kyi secara luas dipuja di dalam negeri karena perannya dalam gerakan pro-demokrasi negara itu — dan telah lama dipandang di luar negeri sebagai ikon perjuangan itu, yang dilambangkan dengan 15 tahun di bawah tahanan rumah. Tetapi sejak dia dibebaskan pada 2010 dan kembali ke politik, dia telah dikritik habis-habisan karena menunjukkan rasa hormat kepada militer dan mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia pada Muslim Rohingya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
Video Baru Bongkar Insiden...
Video Baru Bongkar Insiden Final Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Diduga Pukul Gavi
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved