Tersebar di 38 Negara, WHO Sebut Varian Omicron Belum Makan Korban Jiwa

Minggu, 05 Desember 2021 - 14:09 WIB
loading...
A A A
Missouri sedang menunggu konfirmasi CDC dari kasus yang melibatkan penduduk St. Louis yang baru-baru ini bepergian di Amerika Serikat.

Varian Omicron juga telah menyebar di Australia hari ini, menjadi ujian bagi rencana untuk membuka kembali kegiatan ekonomi negarai itu ketika sebuah cluster di Sydney tumbuh menjadi 13 kasus dan diduga ada infeksi di negara bagian Queensland.

Baca juga: Tentara AS yang Tolak Vaksinasi Covid-19 Dilarang Ikut Latihan

Otoritas federal Australia bertahan dengan rencana untuk membuka kembali perekonomian dengan harapan bahwa varian baru terbukti lebih ringan daripada jenis sebelumnya. Tetapi beberapa pemerintah negara bagian dan teritori telah bergerak untuk memperketat kontrol perbatasan domestik mereka.

Australia melaporkan transmisi komunitas pertama Omicron pada hari Jumat di sebuah sekolah di Sydney. Pihak berwenang sedang menyelidiki sumbernya.

"Kasus Omicron lebih lanjut diperkirakan terjadi selama akhir pekan ketika lebih banyak hasil tes datang," kata Kerry Chant, kepala petugas kesehatan New South Wales, di mana Sydney adalah ibu kotanya.

Sementara itu India melaporkan kasus ketiga dari varian hari ini dengan jumlah total kasus COVID di negara itu mendekati angka 35 juta.

Pejabat di negara bagian Gujarat barat mengatakan pasien yang dites positif Omicron adalah seorang pria berusia 72 tahun asal India yang telah tinggal di Zimbabwe selama beberapa dekade, dan kembali pada 28 November lalu.

Baca juga: Penyebaran Varian Omicron Meluas, Lonjakan Kasus Terjadi di Korsel dan Jerman
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved