Penyebaran Varian Omicron Meluas, Lonjakan Kasus Terjadi di Korsel dan Jerman

Rabu, 01 Desember 2021 - 15:55 WIB
loading...
Penyebaran Varian Omicron...
Penyebaran varian Omicron meluas, lonjakan kasus terjadi di Korsel dan Jerman. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
JAKARTA - Ketika varian baru virus Corona penyebab COVID-19 , Omicron , muncul di Inggris dan Swiss hingga Brasil serta Australia , sejumlah negara mempersiapkan batasan perjalanan yang lebih ketat untuk membantu mempersempit penyebarannya.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (1/12/2021), Jepang melaporkan menemukan kasus kedua varian Omicron seperti dilaporkan NHK. Jepang pun mengatakan akan melarang warga asing yang berasal dari 10 negara di Afrika. Langkah yang sama juga dilakukan oleh Malaysia dengan dengan memasukkan Malawi.

Sementara New South Wales Australia mengkonfirmasi seorang pelancong keenam yang terinfeksi Omicron, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diperkirakan akan segera mengumumkan persyaratan pengujian sebelum keberangkatan dengan pesawat. Saat ini, pelancong yang divaksinasi harus diuji dalam waktu tiga hari sebelum menaiki penerbangan mereka ke AS; di bawah perubahan, itu akan dipotong menjadi satu hari.

Baca juga: CEO Moderna Peringatkan Vaksin Kehilangan Khasiat Karena Omicron

Korea Selatan (Korsel) melaporkan rekor kasus baru COVID-19 dan pasien kritis. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea pada hari Rabu melaporkan rekor 5.123 kasus baru COVID-19 baru dan 723 pasien kritis. Pihak berwenang sedang menyelidiki dugaan infeksi omicron dan hasil tes dijadwalkan akan diumumkan hari ini, menurut badan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Serangan AS Masuki Hari...
Serangan AS Masuki Hari Kelima, Iran Terus Hantam Pangkalan Militer di Teluk
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Berita Terkini
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Infografis
95.000 Kasus Penipuan...
95.000 Kasus Penipuan Online Terjadi di India Selama 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved