Omicron Menyebar, Kasus Baru Covid-19 di Afrika Selatan Melonjak

Jum'at, 03 Desember 2021 - 14:53 WIB
loading...
Omicron Menyebar, Kasus...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A A A
CAPE TOWN - Varian baru virus Corona , Omicron , kini telah menjadi dominan di Afrika Selatan (Afsel) dan mendorong peningkatan tajam dalam infeksi baru. Menurut pejabat kesehatan setempat, sekitar 11.500 infeksi Covid baru terdaftar dalam angka harian terbaru.

Itu adalah kenaikan tajam dari 8.500 kasus yang dikonfirmasi pada hari sebelumnya. Sebaliknya, infeksi harian rata-rata antara 200 dan 300 pada pertengahan November, kata seorang ilmuwan terkemuka Afrika Selatan kepada BBC, Jumat (3/12/2021).

Baca: Penyebaran Varian Omicron Meluas, Lonjakan Kasus Terjadi di Korsel dan Jerman

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Omicron kini telah terdeteksi di setidaknya 24 negara di seluruh dunia. Mereka yang sudah memiliki varian lain dari virus corona tampaknya tidak terlindung dari Omicron, tetapi vaksin masih diyakini melindungi dari penyakit parah, menurut para ilmuwan top dari badan kesehatan global dan Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan.

"Infeksi sebelumnya digunakan untuk melindungi terhadap Delta, tetapi sekarang dengan Omicron tampaknya tidak demikian," kata Anne von Gottberg, ahli mikrobiologi di NICD.

“Gambaran lengkap di Afsel tidak akan jelas, sampai orang menjadi sangat sakit, sehingga mereka harus pergi ke rumah sakit yang umumnya baru akan dilakukan tiga atau empat minggu kemudian," kata Prof Salim Abdool Karim dari Gugus Tugas Afrika untuk Coronavirus.

Baca: CEO Moderna Peringatkan Vaksin Kehilangan Khasiat Karena Omicron

"Tetapi, umpan balik yang kami dapatkan dari lapangan adalah bahwa benar-benar tidak ada tanda bahaya - kami tidak melihat sesuatu yang berbeda secara dramatis. Apa yang kami lihat adalah apa yang biasa kami lihat," katanya kepada program Newsday BBC.

Wartawan BBC Pumza Fihlani di kota terbesar Afrika Selatan, Johannesburg, mengatakan, bahwa restoran dan supermarket tetap ramai menjelang liburan Natal dan Tahun Baru. Orang-orang membicarakan varian baru - tetapi sejauh ini hanya ada sedikit kepanikan dan menurut para ilmuwan, seharusnya tidak ada.

Afsel adalah negara pertama yang melaporkan varian baru yang sangat bermutasi. NICD mengatakan, lebih dari 70% dari semua genom virus yang diurutkan bulan lalu adalah varian baru.

Baca: Ngeri, Varian Covid Omicron Tiba di Jepang, Asia Waspada

India, Ghana, Arab Saudi, dan UEA adalah di antara negara-negara terbaru yang mengonfirmasi kasus Omicron pertama mereka. Lainnya termasuk Inggris, AS dan Jerman juga melihat orang terinfeksi oleh varian baru.

Banyak pertanyaan tentang Omicron yang masih harus dijawab, termasuk seberapa besar perlindungan yang diberikan vaksin saat ini. WHO telah mengkategorikannya sebagai "varian yang menjadi perhatian", dan mengatakan bukti awal menunjukkan itu memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi.

Awal pekan ini, negara-negara di seluruh dunia membatasi perjalanan dari Afrika selatan ketika rincian penyebaran muncul. Hal ini dikeluhkan oleh Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan, bahwa mereka sedang dihukum.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Afrika Selatan Usir...
Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved