Di Sini Putra dan Cucu Raja Salman Ditahan Hampir 4 Tahun Tanpa Tuduhan
Senin, 29 November 2021 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok HAM Democracy for the Arab World Now (DAWN) yang berbasis di Washington DC mengatakan pihak berwenang Saudi telah menyatakan bahwa Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Mohammad al-Saud dan putranya yang berusia 39 tahun, Pangeran Salman bin Abdulaziz yang juga dikenal sebagai Ghazalan ditahan di kediaman pribadi di Riyadh.
DAWN adalah kelompok HAM yang didirikan Jamal Khashoggi, jurnalis pembangkang Arab Saudi yang dibunuh dan dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, beberapa tahun lalu.
Kedua pengeran Arab Saudi itu pertama kali ditahan pada Januari 2018, di tengah pembersihan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dimulai pada 2017 oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Dalam pembersihan itu, Pangeran Mohammed berusaha menangkap para kritikus dan mereka yang dianggap sebagai pesaingnya di Arab Saudi, termasuk banyak saudara sepupunya.
"Pengakuan Arab Saudi yang terlambat bahwa mereka sebenarnya menahan kedua pangeran ini, meskipun tanpa tuduhan, dan mengizinkan mereka untuk melakukan kunjungan keluarga pertama mereka setelah hampir setahun menghilang, adalah secercah harapan yang disambut baik, tetapi tidak ada pengganti untuk tuntutan keadilan: bebaskan segera mereka," kata direktur eksekutif DAWN, Sarah Leah Whitson, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Middle East Eye (MEE), Minggu (29/11/2021).
MEE mengungkapkan pada puncak pembersihan 2017-2018 bahwa beberapa dari mereka yang ditahan dipukuli dan disiksa dengan sangat parah selama penangkapan atau interogasi berikutnya sehingga mereka memerlukan perawatan di rumah sakit.
DAWN melaporkan bahwa Ghazalan dipukuli selama penangkapannya sampai dia jatuh pingsan, sebelum dipindahkan ke hotel Ritz-Carlton Riyadh, yang secara luas dijuluki pada saat itu sebagai penjara bintang lima bagi para korban tindakan keras Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
DAWN adalah kelompok HAM yang didirikan Jamal Khashoggi, jurnalis pembangkang Arab Saudi yang dibunuh dan dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, beberapa tahun lalu.
Kedua pengeran Arab Saudi itu pertama kali ditahan pada Januari 2018, di tengah pembersihan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dimulai pada 2017 oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Dalam pembersihan itu, Pangeran Mohammed berusaha menangkap para kritikus dan mereka yang dianggap sebagai pesaingnya di Arab Saudi, termasuk banyak saudara sepupunya.
"Pengakuan Arab Saudi yang terlambat bahwa mereka sebenarnya menahan kedua pangeran ini, meskipun tanpa tuduhan, dan mengizinkan mereka untuk melakukan kunjungan keluarga pertama mereka setelah hampir setahun menghilang, adalah secercah harapan yang disambut baik, tetapi tidak ada pengganti untuk tuntutan keadilan: bebaskan segera mereka," kata direktur eksekutif DAWN, Sarah Leah Whitson, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Middle East Eye (MEE), Minggu (29/11/2021).
MEE mengungkapkan pada puncak pembersihan 2017-2018 bahwa beberapa dari mereka yang ditahan dipukuli dan disiksa dengan sangat parah selama penangkapan atau interogasi berikutnya sehingga mereka memerlukan perawatan di rumah sakit.
DAWN melaporkan bahwa Ghazalan dipukuli selama penangkapannya sampai dia jatuh pingsan, sebelum dipindahkan ke hotel Ritz-Carlton Riyadh, yang secara luas dijuluki pada saat itu sebagai penjara bintang lima bagi para korban tindakan keras Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Lihat Juga :