Si Genius Albert Einstein, Bukan Pembuat tapi Sesali Penemuan Bom Nuklir
Sabtu, 27 November 2021 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Agustus 1939, Einstein menulis kepada Presiden AS Franklin Roosevelt untuk memperingatkannya bahwa Nazi sedang mengerjakan senjata baru dan kuat: bom atom. Rekan fisikawan Leo Szilard mendesak Einstein untuk mengirim surat itu dan membantunya menyusunnya.
Baca juga: Terungkap, Tentara Wanita Israel Ditugaskan Layani Seks Tahanan Palestina
Meski suratnya memiliki andil penting bagi AS untuk bergerak cepat membuat bom nuklir sebelum rezim Nazi Hitler memilikinya, Einstein tetap menjadi manusia yang dicurigai Amerika.
Pada Juli 1940, kantor Intelijen Angkatan Darat AS menolak izin keamanan yang diperlukan Einstein untuk bekerja di The Manhattan Project. Ratusan ilmuwan dalam proyek tersebut dilarang berkonsultasi dengan Einstein, karena aktivis politiknya yang berhaluan kiri dianggap berpotensi menimbulkan risiko keamanan bagi Amerika.
The Manhattan Project berhasil membuat bom atom di saat rezim Hitler tamat. Namun, Perang Dunia II saat itu belum berakhir karena masih berperang dengan Jepang.
Bom nuklir hasil dari The Manhattan Project benar-benar digunakan dan Hiroshima di Jepang menjadi kota pertama di dunia yang merasakan "kiamat" akibat bom itu.
Ketik Einstein mendengar berita tentang pengeboman di Hiroshima, dia menyampaikan penyesalannya atas penemuan bom nuklir meski dia tidak terlibat dalam pembuatannya. "Celakalah saya," katanya kala itu, seperti dikutip dari American Museum of Natural History (AMNH).
Pada 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki, Jepang, tiga hari setelah pengeboman Hiroshima. Pada akhir tahun 1945, diperkirakan 200.000 orang telah meninggal di kedua kota tersebut.
Baca juga: Terungkap, Tentara Wanita Israel Ditugaskan Layani Seks Tahanan Palestina
Meski suratnya memiliki andil penting bagi AS untuk bergerak cepat membuat bom nuklir sebelum rezim Nazi Hitler memilikinya, Einstein tetap menjadi manusia yang dicurigai Amerika.
Pada Juli 1940, kantor Intelijen Angkatan Darat AS menolak izin keamanan yang diperlukan Einstein untuk bekerja di The Manhattan Project. Ratusan ilmuwan dalam proyek tersebut dilarang berkonsultasi dengan Einstein, karena aktivis politiknya yang berhaluan kiri dianggap berpotensi menimbulkan risiko keamanan bagi Amerika.
The Manhattan Project berhasil membuat bom atom di saat rezim Hitler tamat. Namun, Perang Dunia II saat itu belum berakhir karena masih berperang dengan Jepang.
Bom nuklir hasil dari The Manhattan Project benar-benar digunakan dan Hiroshima di Jepang menjadi kota pertama di dunia yang merasakan "kiamat" akibat bom itu.
Ketik Einstein mendengar berita tentang pengeboman di Hiroshima, dia menyampaikan penyesalannya atas penemuan bom nuklir meski dia tidak terlibat dalam pembuatannya. "Celakalah saya," katanya kala itu, seperti dikutip dari American Museum of Natural History (AMNH).
Pada 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki, Jepang, tiga hari setelah pengeboman Hiroshima. Pada akhir tahun 1945, diperkirakan 200.000 orang telah meninggal di kedua kota tersebut.
Lihat Juga :