PBB: Sistem Perbankan Afghanistan Berantakan

Selasa, 23 November 2021 - 04:30 WIB
loading...
A A A
Sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus, bantuan pembangunan telah mengering, dan miliaran dolar aset Afghanistan telah dibekukan di luar negeri. Dalam sebuah surat terbuka pekan lalu, penjabat Menteri Luar Negeri pemerintah sementara, Amir Khan Muttaqi, memperingatkan eksodus pengungsi massal dari Afghanistan kecuali Amerika Serikat membuka blokir lebih dari USD9 miliar aset bank sentral Afghanistan dan mengakhiri sanksi keuangan lainnya.

Baca: Rusia Kirim Bantuan ke Afghanistan, Moskow: Taliban Jangan Bikin Kesalahan

Abdallah Al-Dardari, perwakilan UNDP di Afghanistan mengatakan, runtuhnya sistem keuangan memperburuk aktivitas ekonomi yang berkurang dengan cepat. Perbankan juga merupakan salah satu penghubung terpenting negara itu ke dunia luar.

"Tanpa sektor perbankan, tidak ada solusi kemanusiaan untuk Afghanistan," katanya. "Apakah kita benar-benar ingin melihat orang Afghanistan benar-benar terisolasi?" lanjutnya.

UNDP telah merekomendasikan tindakan terkoordinasi, termasuk asuransi simpanan bagi para deposan; likuiditas yang memadai memastikan sistem untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan menengah serta jaminan kredit dan opsi penundaan pembayaran pinjaman untuk ekonomi riil.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!
Rekomendasi
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved