PBB: Sistem Perbankan Afghanistan Berantakan
Selasa, 23 November 2021 - 04:30 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A
A
A
KABUL - Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) melukiskan gambaran suram tentang sistem perbankan di Afghanistan . UNDP menyatakan sistem perbankan di negara itu "berantakan", lapor kantor berita Anadolu Agency, Senin (22/11/2021).
Sebuah laporan situasi terbaru yang dirilis UNDP menggambarkan sistem "hampir terhenti" dengan intervensi kemanusiaan yang digagalkan oleh krisis likuiditas dan diperdalam oleh kurangnya kepercayaan dari para deposan dan pasar internasional.
Baca: Taliban Mengaku Berhasil Mengumpulkan Pendapatan Rp3,8 Triliun Sejak Agustus
Total simpanan sistem perbankan turun dari USD2,9 miliar pada akhir 2020 menjadi USD2 miliar pada September, menurut laporan tersebut. Angka tersebut diperkirakan akan turun menjadi USD1,8 miliar pada akhir tahun 2021.
UNDP menyerukan "tindakan cepat dan tegas," dengan alasan bahwa penundaan dalam pengambilan keputusan dapat "meningkatkan biaya keruntuhan sistem perbankan—keadaan yang suram." Proyeksi oleh Dana Moneter Internasional yang dikutip dalam laporan itu memperkirakan kontraksi hingga 30 persen dalam ekonomi Afghanistan untuk 2021-2022.
Sebuah laporan situasi terbaru yang dirilis UNDP menggambarkan sistem "hampir terhenti" dengan intervensi kemanusiaan yang digagalkan oleh krisis likuiditas dan diperdalam oleh kurangnya kepercayaan dari para deposan dan pasar internasional.
Baca: Taliban Mengaku Berhasil Mengumpulkan Pendapatan Rp3,8 Triliun Sejak Agustus
Total simpanan sistem perbankan turun dari USD2,9 miliar pada akhir 2020 menjadi USD2 miliar pada September, menurut laporan tersebut. Angka tersebut diperkirakan akan turun menjadi USD1,8 miliar pada akhir tahun 2021.
UNDP menyerukan "tindakan cepat dan tegas," dengan alasan bahwa penundaan dalam pengambilan keputusan dapat "meningkatkan biaya keruntuhan sistem perbankan—keadaan yang suram." Proyeksi oleh Dana Moneter Internasional yang dikutip dalam laporan itu memperkirakan kontraksi hingga 30 persen dalam ekonomi Afghanistan untuk 2021-2022.
Lihat Juga :