Ancaman Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Bertambah Besar
Minggu, 21 November 2021 - 17:50 WIB
loading...
Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. FOTO/Reuters
A
A
A
NEW YORK - Lebih dari 66.000 personel Penjaga Perdamaian PBB menghadapi ancaman yang lebih besar hari ini karena konflik menjadi lebih kompleks dan didorong oleh semakin banyak faktor. Beberapa faktor pendorong itu mulai dari ketegangan etnis dan dampak kejahatan terorganisir hingga eksploitasi ilegal sumber daya dan terorisme .
Kepala Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Sabtu (20/11/2021), dibandingkan dengan dua atau tiga tahun lalu, kini sebagian besar misi Penjaga Perdamaian memiliki lingkungan politik dan keamanan yang telah memburuk.
Baca: Salah Sangka, Personel Militer Estonia Tembaki Mobil Pasukan Inggris di Mali
“Konflik berlapis-lapis dan tak hanya berskala lokal dan nasional, tetapi juga regional dan global,” kata Lacroix. Dia menunjuk ke wilayah Sahel yang miskin di Afrika, yang mengalami peningkatan aktivitas teroris, sebagai contoh.
“Apa yang menyebabkan perubahan dalam bagaimana Penjaga Perdamaian PBB harus beroperasi adalah sejumlah faktor yang dimulai dengan meningkatnya perpecahan politik di antara 193 negara anggota PBB,” jelasnya.
Kepala Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Sabtu (20/11/2021), dibandingkan dengan dua atau tiga tahun lalu, kini sebagian besar misi Penjaga Perdamaian memiliki lingkungan politik dan keamanan yang telah memburuk.
Baca: Salah Sangka, Personel Militer Estonia Tembaki Mobil Pasukan Inggris di Mali
“Konflik berlapis-lapis dan tak hanya berskala lokal dan nasional, tetapi juga regional dan global,” kata Lacroix. Dia menunjuk ke wilayah Sahel yang miskin di Afrika, yang mengalami peningkatan aktivitas teroris, sebagai contoh.
“Apa yang menyebabkan perubahan dalam bagaimana Penjaga Perdamaian PBB harus beroperasi adalah sejumlah faktor yang dimulai dengan meningkatnya perpecahan politik di antara 193 negara anggota PBB,” jelasnya.
Lihat Juga :