Ngeri, Senjata Nuklir NATO Bisa Dipindahkan dari Jerman ke Eropa Timur

Jum'at, 19 November 2021 - 19:51 WIB
loading...
Ngeri, Senjata Nuklir...
Versi tes bom nuklir kendali B61-12 yang dikerahkan di Eropa. Foto/Air Force Staff Sgt Cody Griffith
A A A
BRUSSELS - Jika Jerman menolak menempatkan senjata nuklir NATO, maka senjata itu dapat dipindahkan ke negara-negara Eropa lainnya, termasuk di bagian timur benua itu. Pernyataan itu diungkapkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Jumat (19/11/2021).

“Saya berharap Jerman akan terus menjadi bagian dari berbagi nuklir karena sangat penting bagi seluruh kerangka pertahanan Eropa,” papar dia.

Dia menjelaskan, “Alternatif untuk berbagi nuklir NATO adalah berbagai jenis pengaturan bilateral. Jerman tentu saja dapat memutuskan apakah akan ada senjata nuklir di negara Anda tetapi alternatifnya adalah kita berakhir dengan senjata nuklir di negara lain di Eropa juga di sebelah timur Jerman."

Baca juga: Waspadai Rusia, Swedia Kerahkan Rudal Patriot Pertama yang Lebih Garang

Parlemen Jerman memutuskan menarik bom nuklir Amerika Serikat (AS) dari negara itu pada 2010.

Baca juga: Gedung Putih Pecah? Ajudan Wakil Presiden AS Kamala Harris Mundur

Namun, 11 tahun kemudian senjata nuklir AS itu masih disimpan di Jerman dan tidak jelas di mana senjata itu disimpan dan berapa banyak bom nuklir yang ada.

Pengerahan senjata nuklir ke wilayah Eropa bagian timur dapat memicu ketegangan baru dengan Rusia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
Jerman Kehabisan Senjata...
Jerman Kehabisan Senjata untuk Dipasok ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved