Jerman Diamuk COVID-19: Rumah Sakit Penuh, Pasien Dibawa ke Italia

Kamis, 18 November 2021 - 19:45 WIB
loading...
A A A
Layanan Marx menangani 13 kasus perawatan intensif saat ini, tiga lebih dari kapasitasnya.

Lima di antaranya adalah pasien COVID-19, yang semuanya belum divaksinasi.

Dengan tingkat vaksinasi Jerman yang stagnan di bawah 70 persen dalam beberapa pekan terakhir, pejabat tinggi kesehatan telah memohon lebih banyak untuk mendapatkan suntikan guna membendung lonjakan infeksi.

Kanselir Angela Merkel membuat permohonan baru pada Rabu (17/11/2021) agar mereka yang belum divaksinasi disuntik, dengan mengatakan: "Ketika cukup banyak orang yang divaksinasi, itulah jalan keluar dari pandemi."

Dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak untuk mengambil suntikan vaksin, parlemen Jerman siap untuk memilih melalui peraturan baru untuk lebih banyak pembatasan pada yang tidak divaksinasi.

Di bawah proposal yang disusun oleh tiga pihak dalam pembicaraan untuk membentuk pemerintahan baru Jerman, orang yang tidak divaksinasi harus segera menunjukkan hasil tes negatif untuk menggunakan transportasi umum atau pergi ke kantor.

Di unit perawatan intensif Munich Clinic Schwabing, dokter senior Niklas Schneider menyuarakan frustrasi atas resistensi vaksin di beberapa tempat.

"Saya merasa sangat mengherankan bahwa vaksinasi tidak diterima oleh massa meskipun kita memiliki kemungkinan untuk mendapatkannya. Tidak sepenuhnya dapat dimengerti bagi saya bahwa begitu banyak orang membiarkan diri mereka disesatkan oleh beberapa cerita horor tentang vaksin," katanya.

Seperti rumah sakit di Freising, klinik Munich dalam kapasitas penuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Rayakan Hari Yahudi,...
Rayakan Hari Yahudi, Ribuan Pemukim Ilegal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Berita Terkini
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Infografis
Inggris, Italia, Jepang...
Inggris, Italia, Jepang Bersatu Ciptakan Jet Tempur Generasi Ke-6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved