Dramatis! Kru ISS Diminta Berlindung Saat Rusia Hancurkan Satelit

Kamis, 18 November 2021 - 00:58 WIB
loading...
Dramatis! Kru ISS Diminta...
Sebuah rekaman audio ungkap momen dramatis kru ISS diminta berlindung saat Rusia hancurkan satelit. Foto/Livescience
A A A
WASHINGTON - Sebuah rekaman audio berhasil menangkap momen dramatis saat para kru Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) disuruh berlindung setelah Rusia meledakkan satelit dengan rudal.

Audio antara Houston Mission Control danISS menangkap momen saat Insinyur Penerbangan Mark Vande Hei dibangunkan pada Senin pagi dan disuruh membawa kru ke pod penyelamat karena 'satelit hancur'.

"Kami perlu meminta kalian untuk mulai meninjau prosedur safe haven," kata kontrol di darat, sebelum berbicara dengannya melalui prosedur yang harus dia lakukan.

"Ini 9 desimal 21. Kami berencana melakukan melalui blok 8, yang akan mencakup penutupan palka radial. Waktu perhatian adalah 06.00," sambung rekaman itu seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (18/11/2021).

Setelah Vande Hei membaca kembali instruksi, dia diberitahu bahwa kru darat perlu melakukan beberapa langkah sebelum palka ditutup.

"Kedengarannya bagus," dia menjawab, "Terima kasih atas perhatiannya."

Baca juga: Bantah Tudingan AS, Rusia Rilis Video Uji Coba Rudal Anti-Satelit

Vande Hei dan rekan-rekannya - termasuk dua kosmonot Rusia - akhirnya berlindung di pesawat ulang-alik penyelamat selama dua jam ketika ISS dua kali melewati puing-puing satelit yang hancur, sebelum akhirnya NASA menganggapnya cukup aman untuk keluar.



Dalam sedikit audio kedua, kontrol darat dapat terdengar berbicara dengan komandan ISS Raja Chari setelah dia berhasil masuk ke salah satu kapsul penyelamat - kapsul Dragon SpaceX - tentang apa yang akan terjadi jika stasiun luar angkasa terkena puing-puing.

Setelah percakapan singkat tentang mengenakan pakaian luar angkasa, Chari diberi tahu: "Kami memperkirakan bahwa serangan ke Dragon akan lebih rendah daripada ISS lainnya" - itulah sebabnya mereka diperintahkan masuk.

"Apakah SpaceX di konsol untuk melakukan percakapan... tentang tindakan maju jika kita memiliki pelarian?" tanya Chari.

"Ya, SpaceX ada di konsol," jawab kontrol di darat.

Baca juga: Rusia Konfirmasi Berhasil Menguji Sistem Anti-Satelit, Barat Makin Waswas

Chari kemudian diberitahu bahwa, jika kapsul itu terkena puing-puing, dia dan krunya akan diperintahkan kembali ke ISS untuk menunggu instruksi lebih lanjut.

"Kami hanya ingin menegaskan kembali bahwa menurut kami kecil kemungkinan Dragon akan terkena dampak," tambah pengendali darat.

"Diterima, terima kasih," jawab Chari.

Awan puing tercipta ketika Rusia meledakkan salah satu satelit mata-matanya yang sudah tidak berfungsi - Cosmos 1408 - dalam uji coba rudal anti-satelit, menandai pertama kalinya negara itu melakukannya. Kementerian Pertahanan Rusia pun mengkonfirmasi tes tersebut.

Uji coba itu memicu kemarahan dari Amerika Serikat (AS). Washington menyebutnya sebagai tindakan sembrono dan berbahaya. Amerika mengatakan pihaknya tidak akan mentoleransi perilaku yang menempatkan kepentingan nasional beberapa negara dalam bahaya.

Namun, kemarahan AS dibalas Rusia dengan menyebut negara itu munafik.

"Amerika Serikat tahu pasti bahwa fragmen yang dihasilkan tidak mewakili dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi stasiun orbit, pesawat ruang angkasa, dan aktivitas ruang angkasa," kata militer Rusia.

Baca juga: Kutuk Uji Coba Senjata Anti Satelit, Rusia Sebut AS Munafik
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved