Dubes AS untuk PBB Desak Menhan Israel Hentikan Pembangunan Permukiman Yahudi
Rabu, 17 November 2021 - 20:00 WIB
loading...
Dubes AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, bertemu dengan Menhan Israel, Benny Gantz. FOTO/US Embassy-Jerusalem
A
A
A
WASHINGTON - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, bertemu dengan Menteri Pertahanan Israel , Benny Gantz pada Selasa (16/11/2021). Dalam pertemuan itu, Linda mendesak Gants untuk menghentikan kegiatan permukiman Yahudi .
Menurut Departemen Luar Negeri AS, Linda menggunakan pertemuannya dengan Gantz untuk menyoroti aktivitas pemukiman di Tepi Barat yang diduduki, serta pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem yang diduduki.
Baca: Israel akan Bangun 1.355 Unit Rumah di Tepi Barat, Yordania Murka
Linda mendesak Gantz, yang juga mantan jenderal militer Israel itu untuk menghindari mengambil langkah-langkah yang merusak prospek solusi dua negara. Permukiman ilegal Israel dipandang sebagai hambatan untuk solusi semacam itu, seperti juga penggusuran yang dipublikasikan dengan baik.
The Times of Israel melaporkan, Rabu (17/11/202), bahwa Israel telah mengajukan rencana untuk sekitar 3.000 unit permukiman tambahan di Tepi Barat yang diduduki untuk pertama kalinya sejak Biden menjabat. Inilah yang menjadi perhatian Washington.
Menurut Departemen Luar Negeri AS, Linda menggunakan pertemuannya dengan Gantz untuk menyoroti aktivitas pemukiman di Tepi Barat yang diduduki, serta pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem yang diduduki.
Baca: Israel akan Bangun 1.355 Unit Rumah di Tepi Barat, Yordania Murka
Linda mendesak Gantz, yang juga mantan jenderal militer Israel itu untuk menghindari mengambil langkah-langkah yang merusak prospek solusi dua negara. Permukiman ilegal Israel dipandang sebagai hambatan untuk solusi semacam itu, seperti juga penggusuran yang dipublikasikan dengan baik.
The Times of Israel melaporkan, Rabu (17/11/202), bahwa Israel telah mengajukan rencana untuk sekitar 3.000 unit permukiman tambahan di Tepi Barat yang diduduki untuk pertama kalinya sejak Biden menjabat. Inilah yang menjadi perhatian Washington.
Lihat Juga :