Putra Muammar Gaddafi Daftarkan Diri sebagai Calon Presiden Libya

Selasa, 16 November 2021 - 01:30 WIB
loading...
Putra Muammar Gaddafi...
Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi. FOTO/Arab News
A A A
SEBHA - Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi , mendaftarkan diri sebagai calon presiden Libya untuk pemilihan 24 Desember mendatang di bawah kesepakatan yang disponsori oleh PBB setahun yang lalu. Pendaftaran diri Saif ini dikonfirmasi oleh Komisi Pemilihan Tinggi Libya.

Seperti dilaporkan Anadolu Agency, Minggu (14/11/2021), Saif mengajukan permohonan mengikuti pemilihan presiden meskipun surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) masih berlaku.

Baca: Putra Gaddafi Maju Jadi Calon Presiden Libya, 10 tahun Usai Aksi NATO

"Surat perintah penangkapan tetap berlaku dan tidak berubah. Namun, ICC tidak mengomentari masalah politik," kata juru bicara ICC, Fadi Al-Abdullah. Pada 2015, pengadilan Libya menghukum Saif secara "in absentia" atas kejahatan perang yang dilakukan pada 2011.

Saif adalah salah satu tokoh paling menonjol yang diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai presiden Libya. Selain Saif, juga muncul nama Komandan Libya Timur Khalifa Haftar, Perdana Menteri Abdulhamid al-Dbeibah dan Ketua Parlemen Aguila Saleh.

Foto-foto yang didistribusikan di media sosial menunjukkan Saif dengan jubah dan sorban cokelat tradisional, dan dengan janggut abu-abu dan kacamata, menandatangani dokumen di pusat pendaftaran di kota selatan Sebha.

Terlepas dari dukungan publik dari sebagian besar faksi Libya dan kekuatan asing untuk pemilihan pada 24 Desember, pemungutan suara masih diragukan karena entitas yang bersaing memperebutkan aturan dan jadwal.

Baca: Ungkap Misteri, Jenazah Pemimpin Libya Gaddafi akan Diserahkan pada Sukunya

Sebuah konferensi besar di Paris pada hari Jumat sepakat untuk memberikan sanksi kepada siapa pun yang mengganggu atau mencegah pemungutan suara. Tetapi, masih belum ada kesepakatan tentang aturan untuk mengatur siapa yang harus dapat mencalonkan diri.

Saif kemungkinan akan memainkan nostalgia untuk era sebelum pemberontakan yang didukung NATO 2011, yang menyapu ayahnya dari kekuasaan dan mengantarkan satu dekade kekacauan dan kekerasan.

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, Saif menegaskan: "Sekarang, saya orang bebas dan saya berencana untuk kembali ke panggung politik". Ia mengaku memanfaatkan ketidakhadirannya untuk memantau situasi politik di Timur Tengah dan bekerja diam-diam untuk mengatur kembali kekuatan politik yang berafiliasi dengan ayahnya, yang dikenal sebagai Gerakan Hijau.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Qatar Bantah Klaim Dukung...
Qatar Bantah Klaim Dukung Jaksa ICC dalam Kasus Netanyahu
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS
Eks Menteri Muammar...
Eks Menteri Muammar Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya Percayai AS
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Armada Ke-5 AS di Bahrain, Tembak Jatuh Drone MQ-9
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Meksiko...
Piala Dunia 2026: Meksiko Bidik Start Sempurna, Afrika Selatan Jadi Korban Pertama?
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Berita Terkini
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved