Korea Utara Bikin Kapal Perang Terbesar dan Tercanggih, Berikut Penampakannya

Senin, 14 April 2025 - 13:16 WIB
loading...
Korea Utara Bikin Kapal...
Korea Utara bikin kapal perang terbesar dan tercanggih. Foto/CNN/Maxar Technologies
A A A
PYONYANG - Gambar satelit baru menunjukkan apa yang bisa menjadi kapal perang terbesar Korea Utara yang pernah ada – mungkin lebih dari dua kali lipat ukuran apa pun di armada angkatan laut pemimpin Kim Jong-un.

Gambar yang diambil oleh penyedia satelit independen Maxar Technologies dan Planet Labs pada tanggal 6 April menunjukkan kapal yang sedang dibangun di perairan di galangan kapal Nampo di pantai barat Korea Utara, sekitar 60 kilometer (37 mil) barat daya ibu kota Pyongyang.

Para analis mengatakan gambar-gambar tersebut menunjukkan pembangunan senjata dan sistem internal kapal lainnya yang sedang berlangsung, yang kemungkinan merupakan fregat berpeluru kendali (FFG) yang dirancang untuk membawa rudal dalam tabung peluncur vertikal untuk digunakan terhadap target di darat dan laut.

"FFG memiliki panjang sekitar 140 meter (459 kaki), menjadikannya kapal perang terbesar yang diproduksi di Korea Utara," menurut analisis oleh Joseph Bermudez Jr. dan Jennifer Jun di Pusat Studi Strategis dan Internasional, dilansir CNN.

Sebagai perbandingan, kapal perusak kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut AS memiliki panjang sekitar 505 kaki dan fregat kelas Constellation yang sedang dibangun akan memiliki panjang 496 kaki.

Keberadaan kapal perang tersebut bukanlah hal yang mengejutkan.

Baca Juga: China Paksa Warga yang Memiliki Berat Badan di Bawah 50 Kg untuk Tetap Di rumah, Ada Apa Gerangan?

Rezim Kim telah terlibat dalam modernisasi cepat angkatan bersenjatanya, mengembangkan berbagai senjata baru, dan menguji rudal balistik antarbenua yang dapat menjangkau hampir di mana saja di Amerika Serikat.

Hal itu dilakukan meskipun ada sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah membatasi aksesnya ke bahan dan teknologi untuk mengembangkan senjata tersebut.

Namun, hubungan yang lebih dekat dengan Rusia sejak awal perang Ukraina dapat membantu Korea Utara mengatasi sanksi tersebut, kata para analis.

Kim Duk-ki, seorang laksamana pensiunan Korea Selatan, mengatakan bahwa ia berpikir Moskow mungkin menyediakan teknologi untuk sistem rudal fregat tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved