Pakar Ungkap Mengapa Putin Inginkan Pangkalan di Indonesia, Ada Kaitannya dengan AS

Jum'at, 18 April 2025 - 10:55 WIB
loading...
Pakar Ungkap Mengapa...
Para pakar pertahanan mengungkap alasan mengapa Presiden Rusia Vladimir Putin menginginkan pangkalan militer di Biak, Papua, Indonesia. Foto/Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
JAKARTA - Laporan dari situs pertahanan Janes yang mengeklaim bahwa Rusia meminta pangkalan permanen untuk pesawat tempurnya di wilayah terpencil Papua di Indonesia, tepat di depan pintu utara Australia, membuat Canberra gusar.

Namun di Indonesia, kegilaan yang dipicu oleh kampanye pemilihan umum Australia yang ketat itulah yang menjadi kejutan yang sebenarnya.

Para pakar kebijakan luar negeri dan pertahanan sangat skeptis tentang prospek bahwa Indonesia akan menyetujui permintaan Rusia tersebut, dan selain itu, hal itu bukanlah hal baru.

Moskow telah berupaya mendapatkan hak pangkalan permanen untuk pesawatnya di lapangan terbang Biak di Papua selama hampir setengah abad—dan tidak sekali pun mendapat persetujuan.

Baca Juga: Australia Protes ke Indonesia Terkait Rusia Minta Gunakan Pangkalan Militer di Papua

Tidak ada kekuatan asing yang memiliki pangkalan militer di Indonesia, atau akses permanen ke pangkalan domestiknya.
Indonesia telah mengabadikan dalam konstitusinya komitmen terhadap kebijakan luar negeri yang "bebas dan independen", yang didasarkan pada non-blok.

"Kemungkinan [menerima permintaan Rusia] rendah atau hampir nol," kata Rahman Yaacob, pakar pertahanan di Lowy Institute Australia, seperti dikutip The Guardian, Jumat (18/4/2025).

"Alasan utamanya adalah karena kebijakan luar negeri domestik Indonesia pada dasarnya tidak berpihak," ujarnya.

Gatra Priyandita, dari Australian Strategic Policy Institute (ASPI), setuju, dengan mengatakan: "Itu bertentangan dengan prinsip yang pada dasarnya tidak menyediakan pangkalan militer bagi kekuatan eksternal mana pun."

Namun prospeknya menggiurkan. Indonesia adalah negara kepulauan yang luas yang membentang di Asia Tenggara. Wilayah Papua merupakan titik masuk ke Pasifik, dan pangkalan udara Biak hanya berjarak 1.300 km dari Darwin di Australia utara, tempat Amerika Serikat (AS) memiliki pangkalan militer.

Rusia terus melanjutkan pendekatan ekonomi minggu ini. Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyambut kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, ke Jakarta untuk membahas perdagangan bebas dan menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

Matthew Sussex, peneliti tamu di Australia National University, mengatakan Presiden Vladimir Putin memiliki aspirasi agar Rusia menjadi "kekuatan Euro-Pasifik".

"Dari perspektif Rusia, mereka akan memiliki pijakan strategis di Asia Tenggara, yang akan memungkinkannya melakukan pengumpulan intelijen, terutama terhadap Amerika Serikat dalam hal Guam," katanya.

"Tetapi juga meluas ke bawah hingga pangkalan AS yang semakin penting di Wilayah Utara [Northern Territory] dan kemudian berpotensi ke barat hingga Samudra Hindia."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Diteror Beruang, Kota...
Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh
Rekomendasi
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved