Austria Dituding Targetkan Komunitas Muslim yang Tidak Bersalah

Kamis, 11 November 2021 - 01:30 WIB
loading...
A A A
Ini terlihat seperti kebijakan gila yang diperkenalkan oleh pemerintah Austria. Tetapi laporan tersebut menjelaskan mengapa pemerintah mengambil jalan ini: mengkambinghitamkan komunitas minoritas adalah harga kecil yang harus dibayar untuk menutupi penipuan, korupsi dan salah urus, dan ketika ada pemilihan. Tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa ini adalah pengulangan kebijakan Austria terhadap minoritas lain seabad yang lalu.

“Operasi Luxor merupakan perpanjangan dari tindakan yang datang dari wilayah Arab untuk menghapus segala jenis identitas Islam,” jelas Bilal, korban lain dari penggerebekan polisi Austria.

"Ini semua tentang menargetkan aktor dan pikiran aktif yang menyebarkan pemahaman Islam yang benar, dan menghancurkan mereka agar nanti Anda dapat melakukan apa pun yang Anda ingin lakukan dengan umat Islam pada umumnya," lanjut Bilal.

Laporan tersebut juga menjelaskan bagaimana politisi telah memanipulasi media dan berusaha untuk memberikan pengaruh yang tidak semestinya atas sistem peradilan, serta merinci peran organisasi yang didanai pemerintah seperti Islam Map. Ini mencantumkan nama dan alamat organisasi dan individu Muslim dan berfungsi untuk membangkitkan sentimen anti-Muslim.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
Berita Terkini
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved