Surat PM Malaysia Tak Digubris, Singapura Tetap Akan Gantung Pria Penderita Cacat Mental
Senin, 08 November 2021 - 23:45 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip temuan dari Pengadilan Tinggi, MHA mengatakan: "Pengadilan Tinggi mempertimbangkan fakta, bukti ahli dari empat ahli psikiatri/psikologis yang berbeda, dan pengajuan lebih lanjut oleh penuntut dan pembela. "Pengadilan Tinggi menyatakan bahwa Nagaenthran tahu apa yang dia lakukan, dan menguatkan hukuman mati."
Hukuman mati bagi Dharmalingam itu telah dikecam secara luas oleh kelompok-kelompok internasional termasuk Human Rights Watch, Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia, Jaringan Anti-Hukuman Mati Asia dan Amnesty International. Sebuah petisi online untuk mendukung Nagaenthran telah menarik lebih dari 62.000 tanda tangan.
Menurut juru kampanye, terungkap selama persidangan bahwa Dharmalingam memiliki IQ 69, tingkat yang diakui sebagai indikasi ketidakmampuan belajar dan gangguan hiperaktif defisit perhatian. Pendukungnya mengatakan ada bukti bahwa Nagaenthran dipaksa menjadi kurir narkoba sebagai korban perdagangan manusia.
Lebih dari 200 anggota keluarga dan teman-teman narapidana yang pernah menjalani hukuman mati di Singapura juga menyerukan agar Dharmalingam dibebaskan dan hukuman mati dihapuskan. “Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan rasa sakit memiliki orang yang dicintai di hukuman mati. Mungkin itu sebabnya kami jarang membicarakannya, dan penderitaan kami tidak diperhatikan,” tulis mereka dalam surat terbuka yang diterbitkan oleh Transformative Justice Collective.
Hukuman mati bagi Dharmalingam itu telah dikecam secara luas oleh kelompok-kelompok internasional termasuk Human Rights Watch, Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia, Jaringan Anti-Hukuman Mati Asia dan Amnesty International. Sebuah petisi online untuk mendukung Nagaenthran telah menarik lebih dari 62.000 tanda tangan.
Menurut juru kampanye, terungkap selama persidangan bahwa Dharmalingam memiliki IQ 69, tingkat yang diakui sebagai indikasi ketidakmampuan belajar dan gangguan hiperaktif defisit perhatian. Pendukungnya mengatakan ada bukti bahwa Nagaenthran dipaksa menjadi kurir narkoba sebagai korban perdagangan manusia.
Lebih dari 200 anggota keluarga dan teman-teman narapidana yang pernah menjalani hukuman mati di Singapura juga menyerukan agar Dharmalingam dibebaskan dan hukuman mati dihapuskan. “Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan rasa sakit memiliki orang yang dicintai di hukuman mati. Mungkin itu sebabnya kami jarang membicarakannya, dan penderitaan kami tidak diperhatikan,” tulis mereka dalam surat terbuka yang diterbitkan oleh Transformative Justice Collective.
(esn)
Lihat Juga :