Pemimpin Kudeta Militer Pecat 6 Dubes, Diplomat Top Sudan: Tidak Sah!
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 05:29 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berharap pemerintah Anda yang terhormat terus mengakui Perdana Menteri Abdalla Hamdok serta kabinetnya sebagai satu-satunya otoritas sah Republik Sudan yang kami wakili," jelas Mahmoud, seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (28/10/2021).
Baca: Militer Sudan Lakukan Kudeta, AS Bekukan Bantuan Ekonomi Rp9,9 Triliun
Para duta besar telah menyatakan kedutaan mereka sebagai tempat berlindung yang aman “bagi rakyat Sudan” ketika kampanye pembangkangan sipil yang terkoordinasi berlanjut di seluruh negeri.
Para utusan itu termasuk di antara sekelompok 41 duta besar dan diplomat Sudan saat ini dan mantan diplomat yang mengecam kudeta militer di negara mereka. "Kami mengutuk dalam istilah terkuat kudeta militer brutal terhadap revolusi mulia Anda," bunyi pernyataan bersama itu.
Cameron Hudson, seorang rekan senior di Dewan Atlantik, mengatakan kepada Middle East Eye, bahwa para Duta Besar Sudan memiliki "pekerjaan yang sulit". "Mereka berada dalam posisi sulit, karena terkadang harus menjelaskan mengapa militer melakukan apa yang mereka lakukan dan menjelaskan politik Sudan kepada audiens asing," katanya.
Baca: Militer Sudan Lakukan Kudeta, AS Bekukan Bantuan Ekonomi Rp9,9 Triliun
Para duta besar telah menyatakan kedutaan mereka sebagai tempat berlindung yang aman “bagi rakyat Sudan” ketika kampanye pembangkangan sipil yang terkoordinasi berlanjut di seluruh negeri.
Para utusan itu termasuk di antara sekelompok 41 duta besar dan diplomat Sudan saat ini dan mantan diplomat yang mengecam kudeta militer di negara mereka. "Kami mengutuk dalam istilah terkuat kudeta militer brutal terhadap revolusi mulia Anda," bunyi pernyataan bersama itu.
Cameron Hudson, seorang rekan senior di Dewan Atlantik, mengatakan kepada Middle East Eye, bahwa para Duta Besar Sudan memiliki "pekerjaan yang sulit". "Mereka berada dalam posisi sulit, karena terkadang harus menjelaskan mengapa militer melakukan apa yang mereka lakukan dan menjelaskan politik Sudan kepada audiens asing," katanya.
(esn)
Lihat Juga :