Pemimpin Kudeta Militer Pecat 6 Dubes, Diplomat Top Sudan: Tidak Sah!

Jum'at, 29 Oktober 2021 - 05:29 WIB
loading...
Pemimpin Kudeta Militer...
Jenderal tertinggi militer Sudan, Jenderal Abdel-Fattah al-Burhan. FOTO/The News Motion
A A A
KAIRO - Jenderal tertinggi Sudan saat ini, Jenderal Abdel-Fattah al-Burhan memecat setidaknya enam Duta Besar Sudan, termasuk utusan untuk Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Prancis. Keputusan yang diumumkan pada Rabu malam di media pemerintah itu juga berlaku bagi Duta Besar Sudan untuk China, Qatar, dan kepala misi negara itu untuk kota Jenewa di Swiss.

Para duta besar dipecat dua hari setelah Buran, yang saat ini menjadi orang kuat nomor satu di Sudan, membubarkan pemerintahan transisi dan menahan Perdana Menteri Abdalla Hamdok, sejumlah pejabat pemerintah dan pemimpin politik.

Baca: Jenderal Tertinggi Sudan Sebut Kudeta untuk Cegah Perang Saudara

Keputusan Buran ini ditolak dengan tegas oleh para diplomat tersebut. Para duta besar itu mengatakan, mereka tidak mengakui keputusan seperti itu yang diambil oleh otoritas tidak sah.

Dalam sebuah surat tanggapan yang dilihat oleh Middle East Eye, yang ditulis oleh Duta Besar Ali Ibn Abi Thalib Mahmoud, perwakilan tetap Sudan untuk Kantor PBB di Jenewa, para utusan menunjukkan bahwa mereka ditunjuk oleh perdana menteri yang sah.

"Kami berharap pemerintah Anda yang terhormat terus mengakui Perdana Menteri Abdalla Hamdok serta kabinetnya sebagai satu-satunya otoritas sah Republik Sudan yang kami wakili," jelas Mahmoud, seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (28/10/2021).

Baca: Militer Sudan Lakukan Kudeta, AS Bekukan Bantuan Ekonomi Rp9,9 Triliun

Para duta besar telah menyatakan kedutaan mereka sebagai tempat berlindung yang aman “bagi rakyat Sudan” ketika kampanye pembangkangan sipil yang terkoordinasi berlanjut di seluruh negeri.

Para utusan itu termasuk di antara sekelompok 41 duta besar dan diplomat Sudan saat ini dan mantan diplomat yang mengecam kudeta militer di negara mereka. "Kami mengutuk dalam istilah terkuat kudeta militer brutal terhadap revolusi mulia Anda," bunyi pernyataan bersama itu.

Cameron Hudson, seorang rekan senior di Dewan Atlantik, mengatakan kepada Middle East Eye, bahwa para Duta Besar Sudan memiliki "pekerjaan yang sulit". "Mereka berada dalam posisi sulit, karena terkadang harus menjelaskan mengapa militer melakukan apa yang mereka lakukan dan menjelaskan politik Sudan kepada audiens asing," katanya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Gelar Salat Id di Kuala...
Gelar Salat Id di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Dubes LBBP RI Listyowati...
Dubes LBBP RI Listyowati Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Respons Jubir Militer...
Respons Jubir Militer Hamas Terkait Pemimpin Baru Yahya Sinwar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved