China: Tidak Ada Satu Negara yang Bisa Mendikte Aturan Global
Selasa, 26 Oktober 2021 - 04:33 WIB
loading...
Presiden China Xi Jinping. FOTO/Reuters
A
A
A
BEIJING - Presiden China, Xi Jinping mengecam tatanan internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Hal ini diutarakan Jinping dalam pidato untuk menandai peringatan 50 tahun keanggotaan China di PBB . Dalam kesempatan itu, ia juga memuji sistem politik dan kontribusi global China.
"(Rakyat China) selalu mengejar kebijakan perdamaian luar negeri yang independen, menegakkan keadilan dan dengan tegas menentang hegemonisme dan politik kekuasaan," kata Jinping, seperti dikutip dari Straits Times, Senin (25/10/2021).
Baca: Presiden Komunis Xi Jinping: Reunifikasi China dengan Taiwan Akan Direalisasikan!
Meskipun dia tidak secara eksplisit menyebut Amerika Serikat, Jinping mengatakan, aturan internasional tidak dapat didikte oleh satu negara atau blok mana pun.
"Aturan internasional hanya dapat ditetapkan bersama oleh 193 anggota PBB. Ini tidak dapat diserahkan kepada keputusan satu negara atau blok mana pun. Aturan internasional harus dipatuhi bersama oleh semua 193 anggota PBB, dan tidak boleh ada pengecualian,” urai Jinping.
Jinping berbicara di sebuah konferensi di Beijing untuk menandai lima dekade sejak "pemulihan kursi sah Republik Rakyat China di PBB". Beijing mengambil kursi PBB pada tahun 1971, menggantikan Republik China, nama resmi untuk Taiwan, setelah Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing.
Baca: Biden dan Xi Jinping Sepakat Patuhi Perjanjian Taiwan
"(Rakyat China) selalu mengejar kebijakan perdamaian luar negeri yang independen, menegakkan keadilan dan dengan tegas menentang hegemonisme dan politik kekuasaan," kata Jinping, seperti dikutip dari Straits Times, Senin (25/10/2021).
Baca: Presiden Komunis Xi Jinping: Reunifikasi China dengan Taiwan Akan Direalisasikan!
Meskipun dia tidak secara eksplisit menyebut Amerika Serikat, Jinping mengatakan, aturan internasional tidak dapat didikte oleh satu negara atau blok mana pun.
"Aturan internasional hanya dapat ditetapkan bersama oleh 193 anggota PBB. Ini tidak dapat diserahkan kepada keputusan satu negara atau blok mana pun. Aturan internasional harus dipatuhi bersama oleh semua 193 anggota PBB, dan tidak boleh ada pengecualian,” urai Jinping.
Jinping berbicara di sebuah konferensi di Beijing untuk menandai lima dekade sejak "pemulihan kursi sah Republik Rakyat China di PBB". Beijing mengambil kursi PBB pada tahun 1971, menggantikan Republik China, nama resmi untuk Taiwan, setelah Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing.
Baca: Biden dan Xi Jinping Sepakat Patuhi Perjanjian Taiwan
Lihat Juga :