Heboh Harta Karun Palembang, Inikah Pulau Emas dalam Dongeng Indonesia?

Minggu, 24 Oktober 2021 - 02:00 WIB
loading...
Heboh Harta Karun Palembang, Inikah Pulau Emas dalam Dongeng Indonesia?
Temuan harta karun di sepanjang Sungai Musi, Sumatra, yang diduga bagian dari situs Pulau Emas Kerajaan Sriwijaya. Foto/Courtesy of Wreckwatch Magazine
A A A
JAKARTA - Harta karun bernilai jutaan poundsterling atau miliaran rupiah ditemukan dalam lima tahun terakhir di sepanjang Sungai Musi. Media asing berspekulasi bahwa situs temuan itu kemungkinan adalah situs Suwarnadwipa atau Pulau Emas Kerajaan Sriwijaya yang menjadi dongeng di kalangan rakyat Indonesia .

Menurut sejarahnya, Kerajaan Sriwijaya di Sumatra eksis pada abad ke-14.

Penemu harta karun adalah para kru nelayan lokal yang melakukan penyelaman malam hari di Sungai Musi dekat Palembang.

Baca juga: Erdogan Perintahkan Usir 10 Dubes Barat Termasuk AS

Beberapa laporan media asing, termasuk The Guardian, pada Sabtu (23/10/2021), menyebutkan harta karun yang ditemukan luar biasa. Itu termasuk patung Buddha abad ke-8 yang bertatahkan permata bernilai jutaan poundsterling dan permata yang layak untuk seorang raja.

Dr Sean Kingsley, seorang arkeolog maritim Inggris, mengatakan: “Dalam lima tahun terakhir, hal-hal luar biasa telah muncul. Koin dari semua periode, patung emas dan Buddha, permata, segala macam hal yang mungkin Anda baca di Sinbad the Sailor dan mengira itu dibuat-buat. Itu benar-benar nyata.”



Dia menggambarkan harta karun itu sebagai bukti definitif bahwa Sriwijaya adalah “dunia air”, orang-orangnya tinggal di sungai seperti manusia perahu modern, seperti yang dicatat oleh teks-teks kuno: “Ketika peradaban berakhir, rumah-rumah kayu, istana, dan kuil-kuil mereka semua tenggelam bersama semua barang-barang mereka.”

Arkeolog itu mengatakan: "Mengambang di atas buaya yang menggigit, para nelayan lokal—manusia laut modern Sumatra—akhirnya membuka rahasia Sriwijaya.”

Penelitian akan diterbitkan dalam edisi terbaru majalah Wreckwatch, yang diedit oleh Kingsley. Studi Sriwijaya merupakan bagian dari publikasi musim gugur setebal 180 halaman yang berfokus pada China dan Jalur Sutra Maritim.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1351 seconds (10.177#12.26)