China Siapkan Rp326 Juta untuk Penangkap Warga Korut yang Ahli Melarikan Diri

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:59 WIB
loading...
China Siapkan Rp326...
Zhu Xianjian, warga Korut yang kabur dari penjara China. FOTO/CNN
A A A
BEIJING - Otoritas China telah menawarkan hadiah yang setara dengan lebih dari USD23 ribu (Rp326 juta) untuk penangkapan seorang pembelot Korea Utara (Korut) yang melarikan diri dari penjara di kota timur laut, Jilin pada awal pekan ini. Narapidana, yang diidentifikasi sebagai Zhu Xianjian, memasuki China secara ilegal pada tahun 2013.

Tiga tahun kemudian, ia dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena penyeberangan perbatasan ilegal, pencurian dan perampokan, yang akan diikuti dengan deportasinya, menurut keputusan pengadilan. Kini, Xianjian malah kabur dari penjara, yang menambah panjang catatan hitamnya.

Baca: Tersiksa Lockdown, Napi Kabur 29 Tahun Balik Lagi ke Penjara

Seperti dilaporkan CNN, Jumat (22/10/2021), pengumuman soal hadiah yang dikeluarkan oleh Penjara Jilin menyatakan, sang napi melarikan diri sekitar pukul 6 sore waktu setempat, setelah naik ke gudang di sebelah gerbang saat para narapidana sedang menyelesaikan pekerjaan di halaman.

Pemberitahuan tersebut juga menawarkan hadiah USD15.600 untuk informasi yang bisa membantu polisi menangkap Xianjian. Hadiah itu bisa meningkat menjadi USD23.400 untuk petunjuk yang mengarah langsung ke penangkapannya.

Pelarian dramatis Xianjian terekam dalam video pengawasan yang diposting di media sosial China oleh sejumlah media pemerintah. Dalam rekaman itu, Xianjian terlihat memanjat gudang, berlari melintasi atap dan menggunakan tali untuk merusak pagar listrik yang mengelilingi dinding penjara, memicu serangkaian percikan api.

Baca: Napi Palestina Kabur dari Penjara, Panglima Militer Israel Ancam Serang Jenin

Dia kemudian melangkah ke pagar untuk memanjat pagar logam lain dan menghilang di balik tembok tinggi, saat para tahanan dan penjaga melihatnya. Polisi telah memblokir pintu masuk ke desa-desa terdekat dan melakukan pencarian dari rumah ke rumah.

Video pengawasan lainnya memperlihatkan Xianjian berguling di tanah setelah melompat dari pagar yang tinggi. Dia berbaring diam beberapa saat sebelum bangkit dan melarikan diri. Berita pelarian ini telah menarik perhatian luas publik China. Maklum, narapidana kabur dari penjara jarang terjadi di China.

Delapan tahun lalu, menurut dokumen pengadilan, Xianjian yang berprofesi sebagai penambang batu baru kabur dari Korut dengan cara berenang melintasi sungai dari ujung timur laut Korut ke sebuah desa China di kota Tumen, provinsi Jilin.

Baca: Sempat Kabur dari Lapas Pontianak, 2 Napi Akhirnya Dipindah ke Nusakambangan

Dalam beberapa jam, ia masuk ke beberapa rumah desa untuk mencuri uang, ponsel, sepatu kets, dan pakaian. Di rumah ketiga, seorang wanita tua menemukannya dan berteriak minta tolong, kata dokumen pengadilan.

"Saya mengambil pisau yang diikatkan di pinggang saya dan menikam punggung nenek itu. Kemudian, saya perhatikan dia membawa tas. Saya mencoba menariknya darinya, tetapi dia tidak mau melepaskannya. Jadi, saya menikamnya beberapa kali lagi," kata Xianjian.

Ia ditangkap beberapa jam kemudian ketika mencoba melarikan diri dengan taksi. Saat di penjara, hukumannya dikurangi dua kali, pada 2017 dan 2020 karena dianggap menunjukkan penyesalan dan disiplin yang baik.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved