Putin Tolak Perubahan Hak Veto Dewan Keamanan PBB, Alasannya Bikin Kaget

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 17:35 WIB
loading...
Putin Tolak Perubahan...
Dewan Keamanan PBB bersidang di New York, AS, pada 16 Agustus 2021. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menolak usulan Turki untuk menghapus hak veto anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Putin menganggap usul itu akan mengubah PBB jadi Liga Bangsa-Bangsa yang lain.

“Jika kita menghapus hak veto anggota tetap, PBB akan mati pada hari yang sama, itu akan berubah menjadi Liga Bangsa-Bangsa. Itu hanya akan menjadi platform diskusi, Klub Valdai 2.0,” ujar Putin pada pertemuan tahunan Klub Diskusi Valdai di Sochi, Rusia, pada Kamis (21/10/2021).

Pernyataan Putin muncul sebagai tanggapan atas komentar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Angola pada Senin.

Baca juga: Putin Sebut Kehadiran Militer NATO di Ukraina Ancaman bagi Rusia

Pada tur Afrika, pemimpin Turki itu berpendapat “dunia lebih besar daripada lima”, mengacu pada jumlah anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memegang hak veto.

Baca juga: Profil Ibu Mohammad bin Salman, Fahda binti Falah yang Jarang Terlihat Publik

“Nasib umat manusia tidak boleh diserahkan kepada belas kasihan segelintir negara yang memenangkan Perang Dunia II,” papar Erdogan kepada anggota parlemen di Luanda.

Baca juga: Pangeran Piano China Li Yundi Ditahan karena Sewa Pelacur, Penggemar Terkejut

Hanya tiga pekan sebelumnya, Putin dan Erdogan tersenyum lebar di Sochi, saat mereka bertemu membahas perdagangan dan keamanan. Pemimpin Turki menyebut pertemuan itu “berbuah” sementara presiden Rusia mengatakan Ankara dan Moskow “bekerja sama dengan cukup sukses di panggung internasional.” Namun, kedua presiden mengakhiri pertemuan mereka tanpa konferensi pers bersama.

Pernyataan Erdogan bertentangan dengan komitmen pemerintah Rusia untuk tidak mengizinkan revisi apapun dari hasil perang, yang telah menyebabkan bentrokan politik dan diplomatik dengan Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Putin mengambil bagian dalam sesi pleno Pertemuan Tahunan ke-18 Klub Diskusi Valdai. Topik utama pertemuan tahun ini adalah 'Perombakan Global di Abad 21: Individu, Nilai-nilai, dan Negara'.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved