Afsel Tolak Vaksin Sputnik V Buatan Rusia, Ahli Virus Heran
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kekhawatiran telah dikemukakan tentang keamanan Adenovirus Tipe 5, yang digunakan dalam salah satu dosis Sputnik V. Dosis lainnya mengandung Adenovirus Tipe 26, yang juga digunakan oleh Johnson & Johnson,” sebut pernyataan SAHPRA.
Baca: Tuding Rusia Curi Formula Vaksin AstraZeneca, Media Inggris Minta Maaf
Pejabat Afrika Selatan menunjuk pada dua studi penelitian yang gagal menguji vaksin HIV juga menggunakan Adenovirus Tipe 5, yang menemukan laki-laki yang divaksinasi memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi HIV. Regulator mengatakan, mereka telah meminta pembuat Sputnik V Rusia untuk memberikan data yang membuktikan keamanan vaksin di negara dengan tingkat HIV yang tinggi. Namun, produsen tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Gamaleya Center, produsen Sputnik V, menyebut kekhawatiran tentang vektor vaksin "sama sekali tidak berdasar. “Spekulasi tentang hubungan antara Adenovirus Tipe 5 dan penularan HIV pada populasi berisiko tinggi didasarkan pada studi tidak meyakinkan skala kecil di antara sukarelawan dengan perilaku berisiko yang sangat mungkin,” sebut pernyataan Gamaleya Center.
Julian Tang, ahli virus di Universitas Leicester, Inggris, bingung dengan keputusan Afrika Selatan untuk menolak Sputnik V. “Ini adalah hubungan yang aneh untuk dibuat. Bukan vektor yang menyebabkan HIV. Jadi, Anda tidak bisa menyalahkannya begitu saja,” ujar Tang.
Baca: Tuding Rusia Curi Formula Vaksin AstraZeneca, Media Inggris Minta Maaf
Pejabat Afrika Selatan menunjuk pada dua studi penelitian yang gagal menguji vaksin HIV juga menggunakan Adenovirus Tipe 5, yang menemukan laki-laki yang divaksinasi memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi HIV. Regulator mengatakan, mereka telah meminta pembuat Sputnik V Rusia untuk memberikan data yang membuktikan keamanan vaksin di negara dengan tingkat HIV yang tinggi. Namun, produsen tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Gamaleya Center, produsen Sputnik V, menyebut kekhawatiran tentang vektor vaksin "sama sekali tidak berdasar. “Spekulasi tentang hubungan antara Adenovirus Tipe 5 dan penularan HIV pada populasi berisiko tinggi didasarkan pada studi tidak meyakinkan skala kecil di antara sukarelawan dengan perilaku berisiko yang sangat mungkin,” sebut pernyataan Gamaleya Center.
Julian Tang, ahli virus di Universitas Leicester, Inggris, bingung dengan keputusan Afrika Selatan untuk menolak Sputnik V. “Ini adalah hubungan yang aneh untuk dibuat. Bukan vektor yang menyebabkan HIV. Jadi, Anda tidak bisa menyalahkannya begitu saja,” ujar Tang.
(esn)
Lihat Juga :