Taliban Beri Uang Tunai dan Tanah untuk Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri

Rabu, 20 Oktober 2021 - 22:01 WIB
loading...
Taliban Beri Uang Tunai...
Pelaksana Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani bertemu keluarga pelaku bom bunuh diri di Intercontinental Hotel, Kabul, Afghanistan. Foto/Twitter
A A A
KABUL - Taliban menghadiahkan sebidang tanah dan uang tunai kepada anggota keluarga para pelaku bom bunuh diri "heroik" yang tewas setelah menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Afghanistan.

Pernyataan itu diungkapkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Taliban Qari Saeed Khosty di Twitter pada 19 Oktober 2021.

Menulis di media sosial, Qari Saeed Khosty mengutip pengumuman yang dibuat sehari sebelumnya oleh pelaksana Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani yang menggambarkan para pembom “syahid” yang tewas karena “jihad dan pengorbanan” sebagai “pahlawan Islam dan negara.”

Baca juga: Pertama di Dunia dan Berhasil! Ginjal Babi Dicangkokkan ke Manusia

Haqqani adalah pelaksana menteri dalam negeri yang kepalanya dihargai AS sebesar USD10 juta. Dia disebut sebagai “teroris global yang disebut secara khusus”.

Baca juga: Dua Jet Tempur Rusia Cegat 2 Pembom AS di Atas Laut Hitam

Dia bertemu keluarga para pelaku pengeboman bunuh diri di upacara di Intercontinental Hotel di Kabul, yang menjadi target pembom bunuh diri pada 2018.

Baca juga: Tegang, Kapal Selam Swedia Pasang Torpedo Aktif Seiring Latihan Perang Rusia

Foto-foto resmi pertemuan pada Selasa telah diposting di media sosial.

“Dalam pidatonya, menteri memuji Jihad dan pengorbanan para syuhada dan Mujahidin serta menyebut mereka pahlawan Islam dan negara,” papar Khosty dalam pernyataan di Twitter.

“Dia menyebut mereka pahlawan bangsa yang beriman,” ujar dia.

“Munculnya sistem Islam adalah hasil dari darah para syuhada kita. Sekarang Anda dan saya harus menahan diri untuk tidak mengkhianati aspirasi para martir kita,” papar dia.

“Keluarga pelaku bom bunuh diri diberi pakaian, 10.000 afghani (USD111) dan sebidang tanah yang dijanjikan,” ungkap juru bicara Khosti.

Haqqani mengambil alih dari ayahnya Jalaluddin Haqqani sebagai kepala jaringan Haqqani, kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan Taliban yang dipersalahkan oleh dinas intelijen Barat atas beberapa serangan bunuh diri paling berdarah dalam perang Afghanistan.

Dia dicari untuk diinterogasi oleh FBI terkait serangan di hotel lain di Kabul pada 2008 di mana enam orang termasuk seorang warga negara Amerika Serikat tewas.

Setelah kemenangan Taliban atas pemerintah dukungan Barat yang runtuh pada Agustus, pejuang ISIS telah melakukan serangkaian bom bunuh diri terhadap masjid dan target lainnya, menewaskan ratusan warga sipil.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Instagram Kontrol Ketat...
Instagram Kontrol Ketat Konten Bunuh Diri untuk Lindungi Remaja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved