Masjid Syiah di Afghanistan Kembali Jadi Sasaran Serangan Bom, 25 Tewas
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 19:37 WIB
loading...
Bom bunuh diri meledak di sebuah masjid Syiah Afghanistan menewaskan 25 orang. Foto/BBC
A
A
A
KABUL - Teror bom terhadap masjid Syiah di Afghanistan belum berhenti. Kali ini seorang pembom bunuh diri beraksi di masjid Syiah yang ada di wilayah Kandahar, Aghanistan pada Jumat (15/10/2021).
Menurut laporan ledakan itu terjadi di masjid Imam Bargah. Masjid yang memiliki kapasitas 4.000 jemaah ini termasuk salah satu masjid terbesar di Kandahar.
Sedikitnya 25 orang dan melukai 20 lainya, menurut sebuah sumber di rumah sakit setempat kepada Sputnik. Sebelumnya pada hari itu, seorang saksi mata mengatakan kepada Sputnik bahwa setidaknya 7 orang tewas setelah ledakan tersebut.
“Kami sedih mengetahui bahwa sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid Syiah saudara kami di distrik pertama kota Kandahar di mana sejumlah rekan kami menjadi martir dan terluka," cuit pejabat Taliban Qari Sayed Khosti.
Baca juga: Serangan Bom Tewaskan Kepala Polisi Taliban
"Pasukan khusus Imarah Islam telah tiba di daerah itu untuk mengetahui sifat insiden itu dan membawa pelakunya ke pengadilan," imbuhnya.
Tidak ada kelompok yang mengaku tanggung jawab atas serangan ini.
Menurut laporan ledakan itu terjadi di masjid Imam Bargah. Masjid yang memiliki kapasitas 4.000 jemaah ini termasuk salah satu masjid terbesar di Kandahar.
Sedikitnya 25 orang dan melukai 20 lainya, menurut sebuah sumber di rumah sakit setempat kepada Sputnik. Sebelumnya pada hari itu, seorang saksi mata mengatakan kepada Sputnik bahwa setidaknya 7 orang tewas setelah ledakan tersebut.
“Kami sedih mengetahui bahwa sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid Syiah saudara kami di distrik pertama kota Kandahar di mana sejumlah rekan kami menjadi martir dan terluka," cuit pejabat Taliban Qari Sayed Khosti.
Baca juga: Serangan Bom Tewaskan Kepala Polisi Taliban
"Pasukan khusus Imarah Islam telah tiba di daerah itu untuk mengetahui sifat insiden itu dan membawa pelakunya ke pengadilan," imbuhnya.
Tidak ada kelompok yang mengaku tanggung jawab atas serangan ini.
Lihat Juga :