Taliban Ikut Campur Soal Harga Tiket, Maskapai Pakistan Setop Terbang ke Kabul
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 04:52 WIB
loading...
Warga Afghanistan tengah mengantri masuk ke maskapai Afghanistan. FOTO/Reuters
A
A
A
KABUL - Pakistan International Airlines (PIA) telah menangguhkan penerbangan ke Kabul, setelah adanya campur tangan Taliban soal harga tiket. Saat ini, PIA adalah satu-satunya maskapai internasional yang beroperasi secara teratur ke ibu kota Afghanistan .
"Penerbangan kami sering menghadapi penundaan yang tidak semestinya karena sikap tidak profesional dari otoritas penerbangan Kabul," kata Abdullah Hafeez Khan, juru bicara PIA, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (14/10/2021). “Rute akan tetap ditangguhkan sampai situasi menjadi kondusif," tambahnya.
Baca: Delegasi Taliban Tiba di Ankara untuk Dialog dengan Pejabat Turki
Sebelumnya, Taliban memperingatkan PIA dan maskapai Afghanistan Kam Air bahwa rute penerbangan mereka ke Afghanistan berisiko diblokir, kecuali dua maskapai itu setuju untuk memotong harga tiket yang telah melonjak tinggi di luar jangkauan sebagian besar warga Afghanistan.
Dengan sebagian besar maskapai tidak lagi terbang ke Afghanistan, tiket untuk penerbangan ke ibukota Pakistan, Islamabad dari Kabul, dijual seharga USD2.500 atau sekitar Rp35 juta. Harga ini memang sangat jauh melonjal dibandingkan saat normal, yakni sekitar USD150 atau 2,1 juta.
PIA, yang lebih sering menjalankan penerbangan carteran ke Kabul daripada layanan komersial reguler, mengatakan telah mempertahankan penerbangan atas dasar kemanusiaan dan membayar lebih dari USD400 ribu sebagai premi asuransi. “Ini hanya dapat dimungkinkan jika 300 penumpang tersedia,” kata Khan.
Baca: Sekolah Menengah Putri Masih Ditutup, Gadis Remaja Afghanistan Meratapi Nasib
"Penerbangan kami sering menghadapi penundaan yang tidak semestinya karena sikap tidak profesional dari otoritas penerbangan Kabul," kata Abdullah Hafeez Khan, juru bicara PIA, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (14/10/2021). “Rute akan tetap ditangguhkan sampai situasi menjadi kondusif," tambahnya.
Baca: Delegasi Taliban Tiba di Ankara untuk Dialog dengan Pejabat Turki
Sebelumnya, Taliban memperingatkan PIA dan maskapai Afghanistan Kam Air bahwa rute penerbangan mereka ke Afghanistan berisiko diblokir, kecuali dua maskapai itu setuju untuk memotong harga tiket yang telah melonjak tinggi di luar jangkauan sebagian besar warga Afghanistan.
Dengan sebagian besar maskapai tidak lagi terbang ke Afghanistan, tiket untuk penerbangan ke ibukota Pakistan, Islamabad dari Kabul, dijual seharga USD2.500 atau sekitar Rp35 juta. Harga ini memang sangat jauh melonjal dibandingkan saat normal, yakni sekitar USD150 atau 2,1 juta.
PIA, yang lebih sering menjalankan penerbangan carteran ke Kabul daripada layanan komersial reguler, mengatakan telah mempertahankan penerbangan atas dasar kemanusiaan dan membayar lebih dari USD400 ribu sebagai premi asuransi. “Ini hanya dapat dimungkinkan jika 300 penumpang tersedia,” kata Khan.
Baca: Sekolah Menengah Putri Masih Ditutup, Gadis Remaja Afghanistan Meratapi Nasib
Lihat Juga :