Pertama, Pengungsi Rohingya Meninggal karena Covid-19 di Bangladesh
Selasa, 02 Juni 2020 - 22:37 WIB
loading...
A
A
A
Mahbubur Rahman, kepala departemen kesehatan di distrik Bazar Cox, mengatakan kepada AFP para pejabat sedang menunggu laporan lengkap tentang kematian tersebut.
Seorang juru bicara PBB mengatakan mereka akan berkomentar nanti.
Pada awal April, pihak berwenang memberlakukan penguncian total di distrik itu - rumah bagi 3,4 juta orang termasuk para pengungsi - setelah sejumlah infeksi Covid-19 dilaporkan. Kasus pertama di kamp itu sendiri terdeteksi pada pertengahan Mei. (Baca: Pandemi Virus Corona Intai Kamp Pengungsi Rohingya )
Para pejabat sejak itu memblokir jalan-jalan yang mengarah ke beberapa area kamp di mana sebagian besar infeksi telah dicatat.
Pekan lalu sekitar 15.000 pengungsi ditempatkan di karantina karena jumlah kasus meningkat.
Pemerintah Bangladesh dan PBB telah menyiapkan tujuh pusat isolasi dengan kapasitas untuk merawat lebih dari 700 pasien di dalam kamp.
Seorang juru bicara PBB mengatakan mereka akan berkomentar nanti.
Pada awal April, pihak berwenang memberlakukan penguncian total di distrik itu - rumah bagi 3,4 juta orang termasuk para pengungsi - setelah sejumlah infeksi Covid-19 dilaporkan. Kasus pertama di kamp itu sendiri terdeteksi pada pertengahan Mei. (Baca: Pandemi Virus Corona Intai Kamp Pengungsi Rohingya )
Para pejabat sejak itu memblokir jalan-jalan yang mengarah ke beberapa area kamp di mana sebagian besar infeksi telah dicatat.
Pekan lalu sekitar 15.000 pengungsi ditempatkan di karantina karena jumlah kasus meningkat.
Pemerintah Bangladesh dan PBB telah menyiapkan tujuh pusat isolasi dengan kapasitas untuk merawat lebih dari 700 pasien di dalam kamp.
Lihat Juga :