Biden dan Xi Jinping Sepakat Patuhi Perjanjian Taiwan

Rabu, 06 Oktober 2021 - 20:26 WIB
loading...
Biden dan Xi Jinping...
Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping sepakat mematuhi Perjanjian Taiwan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan ia telah melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping terkait permasalahan Taiwan . Mereka pun setuju untuk mematuhi "perjanjian Taiwan", karena ketegangan meningkat antara Taipei dan Beijing.

"Saya sudah berbicara dengan Xi tentang Taiwan. Kami setuju kami akan mematuhi perjanjian Taiwan," katanya.

"Kami menjelaskan bahwa saya tidak berpikir dia harus melakukan apa pun selain mematuhi perjanjian," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/10/2021).

Biden tampaknya merujuk pada kebijakan lama Washington di mana ia secara resmi mengakui Beijing daripada Taipei, dan Undang-Undang Hubungan Taiwan, yang memperjelas bahwa keputusan AS untuk membangun hubungan diplomatik dengan Beijing alih-alih Taiwan bertumpu pada harapan bahwa masa depan Taiwan akan ditentukan dengan cara damai.

Baca juga: Presiden Tsai: Bencana Besar Jika Taiwan Jatuh ke China

Sementara tindakan itu mengikat AS untuk memberi Taiwan sarana guna mempertahankan diri, Washington hanya mengakui sikap China bahwa pulau itu miliknya dan bahwa ada "satu China", dan tidak mengambil posisi atas kedaulatan Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan telah meminta klarifikasi dari Amerika Serikat tentang komentar Biden, dan diyakinkan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah, komitmen AS kepada mereka sangat kuat dan AS akan terus membantu Taiwan mempertahankan pertahanannya.

“Menghadapi ancaman militer, diplomatik dan ekonomi pemerintah China, Taiwan dan Amerika Serikat selalu menjaga saluran komunikasi yang erat dan lancar,” katanya, mencatat komentar kekhawatiran AS baru-baru ini tentang kegiatan China.

Pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih yang dibuat setelah kembalinya Biden dari perjalanan ke Michigan datang di tengah eskalasi hubungan Taiwan-China.

Baca juga: Taiwan Diserbu 148 Pesawat dalam 4 Hari: Kami Waspada, China Semakin di Atas

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, yang harus diambil secara paksa jika perlu. Sedangan Taiwan mengatakan mereka negara merdeka dan akan mempertahankan kebebasan dan demokrasinya, menyalahkan China atas ketegangan tersebut.

Taiwan telah melaporkan 148 pesawat angkatan udara China di bagian selatan dan barat daya zona pertahanan udaranya selama empat hari terakhir yang dimulai pada hari Jumat, hari yang sama China menandai hari libur patriotik utama, Hari Nasional.

Amerika Serikat pada hari Minggu mendesak China untuk menghentikan kegiatan militernya di dekat Taiwan.

"Amerika Serikat sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif Republik Rakyat China di dekat Taiwan, yang mengganggu stabilitas, berisiko salah perhitungan, dan merusak perdamaian dan stabilitas regional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan.

Biden juga tampaknya merujuk pada panggilan telepon selama 90 menit yang dia lakukan dengan Xi Jinping pada 9 September lalu, pembicaraan pertama mereka dalam tujuh bulan, di mana mereka membahas perlunya memastikan bahwa persaingan antara dua ekonomi terbesar dunia tidak mengarah ke konflik.

Baca juga: China Warning AS soal Taiwan: Perang Dapat Dipicu Kapan Saja!
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved