Suriah Kini Bisa Mengakses Data Interpol, Para Pengkritik Rezim Khawatir

Selasa, 05 Oktober 2021 - 16:11 WIB
loading...
Suriah Kini Bisa Mengakses...
Seseorang melintasi logo Interpol di kantor riset dan pengembangan di Singapura. Foto/REUTERS
A A A
DAMASKUS - Suriah kini telah diterima kembali ke jaringan komunikasi Interpol. Perkembangan ini memicu kekhawatiran bahwa Suriah dapat mencoba menggunakan akses tersebut untuk menekan para pembangkang di seluruh dunia.

Menurut kantor media Interpol yang berbicara kepada outlet berita, The New Arab pada Senin (4/10/2021), "Damaskus telah diberikan akses ke jaringan komunikasi kepolisian global yang aman dari organisasi tersebut."

Akses itu akan memungkinkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk memantau database rahasia organisasi kepolisian internasional dan untuk berkomunikasi dengan negara-negara anggota lainnya.

Baca juga: Rezim Assad Danai Perang Suriah Lewat Kedutaan Besarnya di Eropa

Itu artinya, Suriah dapat memburu para pembangkang yang mencari perlindungan di negara lain.

Baca juga: Mossad Gagal Temukan Tentara Israel yang Ditangkap di Lebanon 35 Tahun Silam

Suriah juga akan memiliki kemampuan mengeluarkan “pemberitahuan merah” bagi individu, yang merupakan permintaan bagi negara-negara anggota lain untuk menemukan, menangkap, dan mengekstradisi individu-individu tersebut.

Baca juga: Mossad Cari Tentara Israel yang Ditangkap di Lebanon 35 Tahun Silam

Apakah permintaan tersebut diterima atau ditindaklanjuti, tergantung pada masing-masing negara dan hubungan mereka dengan negara yang mengeluarkan permintaan tersebut.

Terlepas dari kenyataan bahwa red notice harus melalui Sekretariat Jenderal Interpol dan disaring melalui proses penyaringan untuk mencegah dikeluarkannya red notice yang bermotif politik, proses tersebut dilaporkan cacat dan jarang sekali red notice tersebut ditolak.

Yuriy Nemets, pengacara yang berbasis di AS yang mewakili para korban pelecehan oleh Interpol, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa, “Organisasi itu lebih besar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, jadi bayangkan kemampuan yang diberikannya kepada negara non-demokratis dalam hal menganiaya lawan-lawannya."

Bahkan jika red notice tidak diterima atau ditindaklanjuti, tetap memiliki kemampuan mempengaruhi keselamatan dan fleksibilitas individu yang ditentangnya, termasuk sampai suaka politik ditolak atau ditunda.

"Bahkan di Amerika Serikat, orang yang meminta suaka politik masih ditahan karena masuk dalam daftar orang yang dicari Interpol," papar Nemets.

Itu terutama bisa terjadi pada pengungsi Suriah yang menjadi sasaran rezim Assad, karena mereka secara teratur dicap sebagai "teroris" oleh Damaskus dan sekutunya, hanya karena memiliki opini politik yang berlawanan.

Label itu, kata para pengkritik, berpotensi menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar di seluruh dunia.

Penerimaan kembali Suriah ke Interpol terjadi pada saat beberapa negara di kawasan itu menormalkan hubungan dengan rezim Assad setelah satu dekade konflik yang masih berlangsung, di mana Damaskus telah merebut kembali sebagian besar wilayah Suriah.

Organisasi-organisasi internasional juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengembalikan Assad, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menunjuk Suriah ke dewan eksekutifnya pada Mei.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Kejagung Tak Hanya Andalkan...
Kejagung Tak Hanya Andalkan Interpol Buru Jurist Tan
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved