Rezim Assad Danai Perang Suriah Lewat Kedutaan Besarnya di Eropa
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 16:21 WIB
loading...
Presiden Bashar Al-Assad. Foto/REUTERS
A
A
A
DAMASKUS - Biaya besar dari diaspora Suriah yang menghindari wajib militer telah menjadi sumber utama pendapatan rezim Presiden Bashar Al-Assad yang kekurangan uang.
Laporan baru itu diungkapkan konsorsium pusat investigasi internasional, seperti dilansir kantor berita Anadolu pada Jumat (1/10/2021).
"Laki-laki yang tidak membayar menghadapi ancaman aset keluarga mereka di Suriah disita," ungkap laporan yang dirilis Proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisir (OCCRP) pada Selasa.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
“Pendapatan tahunan dari biaya tersebut bisa antara USD2 miliar dan USD3 miliar dalam lima tahun,” papar OCCRP mengutip studi parlemen dari tahun 2015.
Laporan baru itu diungkapkan konsorsium pusat investigasi internasional, seperti dilansir kantor berita Anadolu pada Jumat (1/10/2021).
"Laki-laki yang tidak membayar menghadapi ancaman aset keluarga mereka di Suriah disita," ungkap laporan yang dirilis Proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisir (OCCRP) pada Selasa.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
“Pendapatan tahunan dari biaya tersebut bisa antara USD2 miliar dan USD3 miliar dalam lima tahun,” papar OCCRP mengutip studi parlemen dari tahun 2015.
Lihat Juga :