Janji 'Ceraikan' Al-Qaeda, Taliban Ternyata Masih Berhubungan Mesra

Selasa, 02 Juni 2020 - 14:51 WIB
loading...
A A A
Diplomat AS kelahiran Afghanistan, yang sebelumnya menjabat sebagai duta besar untuk Afghanistan di bawah Presiden George W. Bush setelah serangan 9/11, menambahkan bahwa laporan PBB mencakup periode yang berakhir pada 15 Maret, dan perjanjian AS-Taliban ditandatangani pada 29 Februari.

Khalilzad juga menyatakan optimisme bahwa prospek perdamaian telah membaik setelah gencatan senjata baru-baru saat liburan Idul Fitri pada bulan Mei, tingkat kekerasan yang lebih rendah dan lebih banyak pembebasan tahanan oleh pemerintah Afghanistan dan Taliban. (Baca: Idul Fitri, Taliban dan Pemerintah Afghanistan Umumkan Gencatan Senjata )

"Saya percaya kita berada dalam momen yang lebih penuh harapan yang memvalidasi pendekatan kami," katanya. (Baca: Pasca Gencatan Senjata, Afghanistan Bebaskan 100 Anggota Taliban )

Khalilzad mengatakan dia tidak dapat menjamin anggota individu Taliban atau faksi di dalam kelompok itu, tetapi dia mengatakan Taliban secara keseluruhan telah membuat komitmen untuk memutuskan hubungan dengan al-Qaeda.

"Kami menyadari pentingnya masalah ini. Ini sangat penting, masalah terorisme," ia menekankan.

"AS akan menekan Taliban atas masalah ini dan ketika perlu melakukan operasi yang diperlukan juga," tegasnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri...
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri Juara China Open 2026
Guru Besar Ilmu Hukum...
Guru Besar Ilmu Hukum Tolak Ide Dedi Mulyadi soal Sayembara Tangkap Begal
Kabar Duka, Mantan Dubes...
Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Berita Terkini
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved