Janji 'Ceraikan' Al-Qaeda, Taliban Ternyata Masih Berhubungan Mesra
Selasa, 02 Juni 2020 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
Laporan PBB ini didasarkan pada informasi yang diberikan oleh negara-negara anggota PBB, termasuk dari badan intelijen, dan pejabat regional.
Laporan PBB mengatakan informasi itu mengindikasikan bahwa operasi al-Qaeda melakukan serangan terhadap lapangan udara Bagram pada bulan Desember karena mereka khawatir bahwa perjanjian itu berprospektif menyerukan Taliban untuk memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan kelompok pejuang lainnya.
Laporan itu mengatakan ada indikasi bahwa kepemimpinan Taliban belum sepenuhnya mengungkapkan rincian perjanjian, termasuk komitmen untuk memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan pejuang teroris asing, kepada para anggotanya. Mereka takut akan serangan balasan dan masalah itu telah muncul berulang kali sebagai topik perdebatan internal yang sengit.
"Jika Taliban mematuhi kewajiban mereka dalam perjanjian dengan AS dan menjauh dari al-Qaeda, hal itu dapat menghasilkan perpecahan yang mendalam dalam kelompok itu dengan satu faksi menolak untuk meninggalkan al-Qaeda," menurut laporan PBB.
Meski begitu, laporan PBB mengatakan al-Qaeda telah bereaksi positif terhadap perjanjian tersebut. Kelompok itu melihat perjanjian tersebut sebagai kemenangan perjuangan Taliban dan merayakannya. Kelompok militan global juga demikian.
Ditanya tentang temuan PBB, perwakilan khusus AS yang memimpin negosiasi dengan Taliban, Zalmay Khalilzad, mengatakan bahwa Taliban telah mengambil beberapa langkah untuk memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan kelompok-kelompok teroris lainnya, tetapi diperlukan lebih banyak tindakan.
"Kami percaya bahwa ada kemajuan, tetapi kami akan terus memantau kegiatan-kegiatan itu dengan sangat cermat," kata Khalilzad.
Ia tidak memberikan rincian langkah-langkah yang telah diambil Taliban, dengan mengatakan itu adalah masalah sensitif. Utusan AS itu juga tidak menjawab pertanyaan apakah Taliban berkonsultasi dengan al-Qaeda selama pembicaraan di Doha.
Laporan PBB mengatakan informasi itu mengindikasikan bahwa operasi al-Qaeda melakukan serangan terhadap lapangan udara Bagram pada bulan Desember karena mereka khawatir bahwa perjanjian itu berprospektif menyerukan Taliban untuk memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan kelompok pejuang lainnya.
Laporan itu mengatakan ada indikasi bahwa kepemimpinan Taliban belum sepenuhnya mengungkapkan rincian perjanjian, termasuk komitmen untuk memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan pejuang teroris asing, kepada para anggotanya. Mereka takut akan serangan balasan dan masalah itu telah muncul berulang kali sebagai topik perdebatan internal yang sengit.
"Jika Taliban mematuhi kewajiban mereka dalam perjanjian dengan AS dan menjauh dari al-Qaeda, hal itu dapat menghasilkan perpecahan yang mendalam dalam kelompok itu dengan satu faksi menolak untuk meninggalkan al-Qaeda," menurut laporan PBB.
Meski begitu, laporan PBB mengatakan al-Qaeda telah bereaksi positif terhadap perjanjian tersebut. Kelompok itu melihat perjanjian tersebut sebagai kemenangan perjuangan Taliban dan merayakannya. Kelompok militan global juga demikian.
Ditanya tentang temuan PBB, perwakilan khusus AS yang memimpin negosiasi dengan Taliban, Zalmay Khalilzad, mengatakan bahwa Taliban telah mengambil beberapa langkah untuk memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan kelompok-kelompok teroris lainnya, tetapi diperlukan lebih banyak tindakan.
"Kami percaya bahwa ada kemajuan, tetapi kami akan terus memantau kegiatan-kegiatan itu dengan sangat cermat," kata Khalilzad.
Ia tidak memberikan rincian langkah-langkah yang telah diambil Taliban, dengan mengatakan itu adalah masalah sensitif. Utusan AS itu juga tidak menjawab pertanyaan apakah Taliban berkonsultasi dengan al-Qaeda selama pembicaraan di Doha.
Lihat Juga :